Senin, 20 Agustus 2012

Abang Becak Seksi

Di dekat tempat tinggalku, sering ada becak mangkal. Para abang becak di situ rata-rata penampilannya di bawah standard: tua, jelek, kurus. Tapi ada satu yang menarik mataku. Sepintas abang becak yang satu ini tidak cocok menjadi abang becak. Sungguh! Usainya pun nampaknya di antara 20 dan 30-an. Rambutnya pendek, namun terlihat tak terurus. Brewok tipis menghias wajahnya yang terkesan tangguh. Bentuk tubuhnya memang tidak kekar berotot, namun lumayan seksi juga.


Nasib memang kejam terhadapnya; padahal dia lebih cocok jadi cover boy. Sifat gatalku akan cowok kumat lagi. Dia harus kudapatkan! Mudah sekali untuk menarik perhatiannya sebab dia pun sering memperhatikanku diam-diam. Entah apa yang dipikirkannya. Mungkinkah dia juga homo? Kalau dia juga homo, pasti mudah untuk menggaetnya sebab dia takkan menolak saya yang berkulit putih dan mulus ini :) Apalagi usiaku masih muda, sekitar 20-an. Berhubung saya ngefans sekali sama dia, saya sering mengikutinya. Untungnya dia hanya beroperasi di sekitar lingkungan tempat tinggalku saja. Maka gampang sekali untuk membuntutinya.

Pernah suatu hari, kulihat dia berhenti di sebuah gang buntu. Gang itu memang sepi banget dan berlokasi di kawasan yang tertutup. Di sekitar tempat itu hanya ada puing-puing bangunan. Sejauh mata memandang, tak ada seorang pun yang berada di sekitar itu. Abang becak itu pun memarkir becaknya di sekitar tempat itu. Untungnya dia tak melihatku karena saya bersembunyi di balik tembok puing. Mengira aman, abang becak itu pun melolosi pakaiannya.

Tanpa malu, dia bertelanjang bulat, padahal saat itu masih siang hari bolong. Saya hanya bisa menelan ludah menyaksikan keindahan tubuhnya yang bagaikan patung Yunani. Otot-ototnya terpahat sempurna, atletis sekali. Dadanya bidang, seakan menantang semua orang, 'Pegang saya!' Kontolnya juga luar biasa, panjang dan nampak nikmat. Teriknya matahari membakar tubuhnya sehingga keringat mulai bermunculan. Saya ingin sekali memeluknya dan memintanya untuk mengentotinku, tapi saya tak mau terlihat murahan. Saya mau dia yang datang padaku, dan bukan saya yang datang padanya. Lagipula saya belum tahu pasti apakah dia cowok homo atau bukan. Kalau bukan, muka saya bisa dipermak habis-habisan oleh dia:)

Di balik persembunyianku, kusaksikan si abang becak itu mulai mengocok-ngocok kontolnya. Adegannya berjalan lambat dan erotis. Kontolku juga ngaceng berat dan terpaksa kukeluarkan. Sambil mebayangkan enaknya disodomi oleh abang itu, saya mengocok kontolku seirama dengan irama kocokannya.

"Hhohh.. Hhoosshh.. Oohh.." erangannya terdengar keras. Kulihat kepala kontolnya mulai bocor dengan precum. Kontolku juga sedang basah-basahnya. Kuremas kepalanya dan..
"Oohh.." Precum-ku mengalir kelaur dari kepala kontolku. Erotis sekali.

Kupercepat kocokanku. Naik-turun. Naik-turun. Kontolku terasa makin emngeras saja. Si tukang becak itu juga mulai nampak terengah-engah. Dia pasti akan segera mencapai klimaksnya.

"AARGGHH!!" teriaknya.

CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Pejuh demi pejuh disemprotkan kontolnya. Semprotan pejuh itu mendarat di tanah berdebu satu demi satu.

"OOHH!! UUGGH!! AAHH!! HHOOH!!"

Tubuhnya yang atletis dan mengkilap itu berguncang-guncang bagaikan kuda jantan yang sedang orgasme. Wajahnya menyeringai nampak kesakitan. Namun bukan rasa sakit yang dia rasakan, melainkan rasa nikmat yang tak tertahankan.

"Aahh!! oohh!!" Saya menyaksikan dengan seksama bagaimana pejuhnya muncrat keluar. Ah, andai saja saya bisa menelannya.. Tiba-tiba, badanku sendiri mulai terguncang-guncang. Saya ngecret!

CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Saya hampir saja berteriak karena nikmat tapi kutahan. Saya hanya berani mendesah nikmat saja.

"Hhoohh!! hhosshh!! oohh!! hhoohh!!" Kontolku berdenyut-denyut dengan liar. Namun karena pejuhku terlalu kental seperti jelli, pejuhku jatuh ke tanah seperti agar-agar cair.
"Oohh!! hhohh!! hhoohh!!" desahku lagi. Keringat juga membasahi tubuhku yang masih berpakaian lengkap. Begitu selesai, saya hanya mengelap kepala kontolku dengan bajuku, dan kemudian saya cepat-cepat kabur.

Setelah hari tu, saya makin sering memikirkannya. Saya ingin mendapatkannya, dan harus mendapatkannya! Maka pada suatu hari, saya menjalankan rencana bejatku. Untuk pertama kalinya, saya menaiki becaknya dan minta agar diantarkan ke rumahku. Saya berpura-pura santai dan tidak terlihat mencurigakan. Abang becak tampan itu pun nampak cuek. Sepanjang perjalanan, saya berusaha menutupi kotolku yang ngaceng di balik celanaku. Malu 'kan dilihat orang lain :)

Sesampainya kami di tujuan, saya langsung turun. Kebetulan daerah tempat tinggalku memang sepi. Maka tanpa malu saya biarkan tonjolan celanaku nampak. Abang becak itu melihat tonjolan celanaku dengan mata penuh nafsu. Saya tahu bahwa saya pasti bisa mendapatkan kontolnya! Berbohong bahwa saya tidak punya uang receh, saya masuk ke dalam sebentar sementara dia menunggu di luar. Namun saya sengaja membiarkannya menunggu dna menunggu. Mulai tak sabar, abang itu penasaran dan lalu melongok ke dalam jendela. Saya sudah menebaknya dari tadi. Oleh sebab itu, saya sudah telanjang duluan.

Tanpa malu, saya menelanjangi diriku sebulat-bulatnya di ruang tamu. Saya tahu benar bahwa mata abang becak itu mengikuti setiap gerak tubuhku. Berdiri membelakanginya, saya berpura-pura tidak tahu dan asyik meraba-raba tubuhku. Sengaja kukeluarkan erangan-erangan erotis.

"Aahh.. Oohh.. Oohh.."

Kuusap-usap putingku dan kukocok-kocok kontolku. Ah, sungguh nikmat. Tiba-tiba saya mendengar suara pintu depan dibuka, dan tak berapa lama kemudian, abang becak yang masih muda dan seksi itu pun sudah berdiri di belakangku. Saat saya berbalik dan menatapnya, abang becak itu sudah telanjang bulat. Celana dan kaus usangnya teronggok di dekat kakinya.

Penampilannya saat telanjang persis dengan yang sering kubayangkan dalam fantasi mesumku. Abang becak itu nampak sangat tampan dan seksi. Wajahnya berbrewok tipis, mungkin sudah berumur satu atau dua hari. Sekilas, dia nampak seperti salah satu anggota keluarga aktor tampan Syach. Namun wajahnya lebih menyerupai Teddy Syach, jadi abang itu kupanggil Teddy saja. Dadanya agak bidang dan berperut rata. Bulu-bulu halus tumbuh di sekitar putingnya yang coklat dan tegang. Kontolnya bersunat dan nampak tegang sekali. Kepala kontolnya masih kering, namun saya yakin bahwa sebentar lagi kepala kontol itu akan bocor, sebocor-bocornya.

"Bang, entotin saya donk," pintaku dengan intonasi erotis.

Dada telanjang yang atletis milik si abang becak itu keremas-remas. Ah, nikmatnya bersentuhan dengan dada pria macho. Kulihat si abang becak itu tak berkedip, namun matanya menyiratkan nafsu birahi yang sangat besar. Saat kupalingkan pandanganku ke bawah, kulihat kontolnya sudah ngaceng berat. Kepala kontolnya yang bersunat masih kering dan terlihat kasar. Kontol itu lumayan panjang, sepanjang kontol aktor gay yang sering kulihat di VCD porno.

Tanpa basa-basi, abang becak itu langsung memelukku dan menciumiku dengan penuh nafsu. Ciumannya begitu 'panas' dan bernafsu, seolah dia belum melampiaskan nafsu birahinya selama berbulan-bulan. Bibirku sampai terasa gepeng dicium seperti itu. Tangannya yang kuat menjelajah tubuhku dan meneliti setiap lekuk tubuhku. Sesekali putingku dipelintir dna kontolku dikocok-kocok. Saya hanya mampu menahan napas sambil menikmati semua tindak tanduknya yang bejat. Saya ingin dia memperkosaku. Saya ingin menyerahkan tubuhku untuk dia pakai, untuk memuaskan hasrat homoseksualnya. Lagipula, saya terlahir untuk dipakai cowok. Untung bagi mereka, saya tidak menagih ongkos servis:) Mungkin lain kali, saya harus mengganti biodataku saat mengisi kolom hobby. Mulai sekarang akan kutulis 'Hobby: Dientotin cowok berkontol besar' ;)

Si 'Teddy' mulai mendorongku ke bawah. Saya tahu, dia ingin dihisap. Dengan sigap, kulayani nafsu bejatnya itu. Tanpa ragu, kumasukkan kepala kontolnya ke dalam mulutku.

"Aahh.." dia mendesah saat kepala kontolnya kubungkus dengan lidahku.

Lidahku memang ahli. Teddy merasa seolah-olah lidahku seperti tangan yang sedang mencoli kontolnya. Dan rasanya memang nikmat sebab Teddy sampai kelojotan seakan-akan dia akan orgasme.

"Aahh.. Hisap terus.. Oohh.. Dasar homo.. Aahh.. Sukanya liat kontol cowok.. Aahh.. Sekarang sedot kontol gue.. Aahh.."

Teddy berkata-kata jorok dan kasar, membuatku semakin terangsang. Saya memang ingin agar dia memakai tubuhku.

"Aahh.." erang Teddy.

Sesekali dia gantian dia yang menyodok-nyodok mulutku dengan kontolnya. Saya sudah terbiasa maka saya tidak muntah. Teddy nampaknya senang diservis seperti itu. Kalau dia senang, saya pun senang. Kontolku yang ngaceng mengeluarkan precum yang jatuh menetes ke lantai. Sementara kontol Teddy sudah membasahi mulutku dengan berliter-liter precum. Cairan precum-nya terus saja keluar seolah-olah dia sedang kencing. Belum pernah saya menghisap kontol seperti itu. Tapi saya suka, sebab rasa precum jauh lebih enak dibanding pejuh.

Kusedot kepala kontolnya lebih kuat, untuk mendapatkan lebih banyak precum. Teddy mengerang-ngerang dan napasnya mulai menderu-deru. Abang becak tampan ini akan segera berorgasme. Saya makin mengerjain kontolnya sampai akhirnya dia tak tahan lagi. Pemuda itu pun berteriak-teriak, menyuarakan orgasmenya.

"AARRGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!! OOHH!!"

Pejuhnya terlontar ke dalam mulutku dan langsung kutelan dengan perasaan bersyukur. Rasanya nikmat sekali. Teddy terus--menerus mengerang dan mengejang sampai pejuhnya habis sama sekali. Kemudian, tubuhnya yang telanjang bersimbah keringat itu pun melemas.

Saya berdiri kembali dan menciumi mulutnya. Sisa-sisa pejuhnya masih menempel di langit-angit mulutku. Dengan lapar, teddy menjilati bagian dalam mulutku dan menghabiskan sisa pejuhnya itu. Wah, Teddy memang homoseksual benaran.

"Makasih atas servis loe.. Aahh.." bisiknya smabil memelintir putingku kembali.
"Tapi gue belum sempat ngentotin loe.. Mau 'kan dingentotin kontol gue ini?" tanyanya sambil menggosok-gosokkan kontolnya ke perutku.

Saya hanya mendesah dan membalikkan tubuhku. Dengan patuh, saya mengambil posisi gaya anjing di atas lantai dan menunggu serangan kontolnya.

"AARRGGHH!!" erangku, hampir jatuh.

Kontol Teddy memaksa masuk dengan kecepatan penuh. Saya merasa seperti ditusuk tombak. PLOP! Kontol itupun masuk, namun anusku berkobar dengan rasa sakit. Tanpa menunggu, Teddy langsung menggenjot badanku. Dengan penuh nafsu, dia meraba-raba tubuhku seraya mengerjain lubang anusku. Kontolku juga ak luput dari tangannya.

"AARGGHH.. AARRGGHH.. OOHH.. AAHH.." erangku saat Teddy sibuk mengentpotin saya.

Rasanya memang enak. Kontol itu bergerak masuk dan keluar, melonggarkan anusku. Tetesan precum melumasi jalannya sehingga Teddy lebih mudah mengentotinku. Saya hanya bisa mengerang-ngerang seperti gigolo 'bottom' murahan. Kubiarkan nafsu mengendalikan diriku. Ah, nikmatnya dingentotin kontol! Tubuh kami berguncang-guncang, seirama dengan sodokkan kontolnya.

"AARGH!! AAGHH!! AAHH!! AARRGGHH!!"
"Aahh.. Gue ngentotin loe.. Aahh.. Loe doyan kontol kan? Aahh.. Gue pake badan loe.. Aahh.. Gue perkosa lobang loe.. Aahahh.. Dasar homo rendahan.. Aahh.. Mau aja diperkosa ama gue.. Aahh.. Aahh.." racau Teddy, sambil meraba-raba badanku.

Semakin dia berkata yang macam-macam, semakin dia merangsang nafsu homoseksualku. Saya senang dipakai olehnya dan ingin agar dia menuntaskan orgasmenya di dalam badanku, tanpa kondom! Lagipula, dia memang lagi mengentotin pantatku tanpa kondom :)

Tiba-tiba Teddy mulai kelojotan dan mengerang-ngerang. Wah, pejantan ini akan ngecret sebentar lagi.

"AARRGGHH!! BANGSAT! AAHH.. GUE SAMPE.. AARRGGHH..!!"

CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRREETT!! CCRREETT!! CCRROOTT!! Pejuh Teddy yang panas dan putih kental ditembakkan berkali-kali masuk ke dalam rongga tubuhku. Pejuh itu terasa hangat di dalam tubuhku. Enak sekali.

"AARRGGHH!! OOHH!! UUGGHH!! AAHH!!" Beberapa tetes pejuh bocor keluar saat kontolnya bergesekan dengan nausku. Dan kemudian, saya pun ngecret.
"AARRGGHH!!"

CCRROOTT!! CCRROOTT!! CRROOTT!! CRROOTT!! Pejuhku tersembur keluar, jauh ke depan, mengotori lantai. Teddy senang melihat diriku yang sedang kesakitan menahan orgasme. Demi menambah kesakitanku, dia sengaja mencubit putingku dan menyodok-nyodokkan kontolnya.

"AARRGGHH!! AARRGGHH!! AARRGGHH!!" CCRROTT!! CRROOTT!! Tubuhku mengejang-ngejang dan menggelepar-gelepar selama beberapa saat seperti ikan kehabisan air, lalu semuanya kembali normal.

Terengah-engah, kami berbaring di atas lantai yang penuh dengan sperma. Kami saling memeluk dan merasakan kehangatan tubuh masing-masing. Tentu saja, selama itu kami juga sibuk berciuman dan saling meraba. Kemudian, Teddy bangkit dan menciumiku. Katanya saya tidak perlu membayar ongkos becaknya sebab saya sudah membayarnya dengan lobang anusku. Sejak saat itu, saya menjadi cowok simpanan Teddy. Kapan pun dia ingin melmapiaskan nafsu birahinya, dia akan mengentotiu sampai saya berteriak minta ampun. Kebayang gak sih enaknya dientot Teddyy?? ;)

Kejantanan Kakak Kelas

Desahan nikmat terdengar dari dalam kamar itu. Gany sedang asik mengisap kontol Randy, kakak kelasnya. Memang sudah lama Gany menyukai kakak kelasnya yang jago dalam sepak bola dan mahir di pelajaran fisika dan matematika. Dengan alasan ingin belajar fisika, Gany berhasil mengundang Randy ke rumahnya yang saat itu sepi sepulang sekolah dan dengan taktiknya sebagai homo tulen sejati sekarang ia sedang menikmati kontol Randy keluar masuk mulutnya.
Randy berbaring terlentang di atas ranjang, celananya sudah berserakan di lantai, kemeja seragamnya tersibak memperlihatkan badannya yang liat dan bukti seorang pemain sepak bola. Kontolnya 16cm dengan diameter yang pas dengan panjangnya. Dan kontol itulah yang sudah lama diincar Gany dan sedang dinikmati sekarang.
“yeaahh . . . . iseeepp . . . .ouhhh . . . suck it! Suck my cock u little cocksucker,” racau Randy
Gany tak hanya mengisap keluar masuk kontol itu. Ia juga mengulum dan menjilati kedua biji Randy. Saat menyapukan lidahnya di biji Randy, tangan kananya mengocok batang kontol Randy agar tetap ereksi. Puas memainkan lidahnya di kedua biji itu, Gany menyapukan lidahnya ke batang kontol Randy mulai dari pangkal kontol terus naik ke atas dan akhirnya menjilat kepala kontol tersebut dan mengkilik lobang pipis dengan lidahnya.
“kontolnya mantap a! nikmat! Pasti pejunya juga mantap! Mmhhhh,” kata Gany lalu kembali mengemut kontol itu.
“lu rasain ajah ntar! Cepet isep lagii!! Mmhhhh! Yeeaahhhh!” kata Randy sambil mendesah nikmat.
Gany kembali mengenyot kontol Randy sesaat lalu stop.
“kenapa brenti?” tanya Randy heran. “loe mau ngapain?” tanyanya lagi begitu melihat Gany menelanjangi dirinya sendiri.
“pengen dientot sama aa,” kata Gany lalu mengambil baby oil dari laci disamping ranjangnya.
“lu pengen gwe sodomi?’ tanya Randy meyakinkan.
“iya! Aa pasti suka degh! lobangku lebih sempit dan hangat daripada memek perempuan,” kata Gany.
“oke ajah gwe! Kan seperti yang gwe bilang sebelum mulai. Asal gwe enak dan gwe nggak bakalan ngisep punya lu gwe mau ajah,” kata Randy.
“tenang ajah! Aa cukup jadi pejantan tangguh ajah,” kata Gany
Gany lalu kembali mengisap kontol Randy sekilas lalu mengoleskan baby oil ke sekujur kontol Randy. Lalu Gany juga membasahi lobang pantatnya dengan baby oil tersebut.
Gany lalu berbaring terlentang dengan kaki mengangkang terbuka dan menyuruh Randy memposisikan dirinya diantara kedua kaki terbuka Gany.
“kontol lu kecil ya Gan! Mungil banget biar kata udah nganceng juga,” kata Randy.
“emang! Gwe nggak peduli euy! Nggak bakalan gwe pake juga,” sahut Gany.
Randy lalu mengarahkan kontolnya yang berlumur baby oil itu ke lobang pantat Gany dan mulai menekan masuk. Inci demi inci kontol itu mulai merodok masuk ke pantat Gany.
“ooohhhh!! Bener!! Lobang lu lebih mantap dan sempit!!” kata Randy saat kontolnya sudah bersarang di lobang pantat Gany.
“entot a! yang mantap!” pinta Gany binal.
Randy mulai menarik keluar kontolnya hingga tinggal kepalanya ajah dan lalu kembali membenamkan ke dalam lobang pantat Gany. Terus berulang keluar masuk keluar masuk.
“sshhhh . . . . ooohhhh . . . .hmmmm . . . .fuck yeahh . . . hoshsss ssshhhh”
“yeaahhh!! Fuck me hard stud! Ooohhhhhh!! Fuck me with ur big stud cock!! Oouugggg!!”
“oohh yeaahhh! Like my cock huh? Yeeaahhhhh!! Rasaiin niih!!”
mereka ganti posisi. Gany terlungkup dan Randy menindih diatasnya dan kontolnya terus keluar masuk lobang Gany.
“KKEEEELLLLUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAARRRR!!” seru Randy saat kontolnya memuntahkan pejunya di dalam lobang pantat Gany. Peju yang banyak itu meleleh keluar dari lobang pantat Gany
Randy mengistirahatkan tubuhnya diatas tubuh Gany.
“gimana a? enak nggak?” tanya Gany.
“enak juga,” jawab Randy singkat.

Di Bengkel Motor

Siang itu, aku harus pergi ke bengkel karena ada sedikit masalah dengan sepeda motorku. Awalnya aku menuju ke bengkel langgananku. Akan tetapi, niat tersebut aku urungkan karena bengkel tersebut sangat penuh. Bisa saja aku menunggu, toh aku adalah pelanggan sehingga akan dapat prioritas. Namun waktuku tak banyak karena pekerjaan yang sudah menanti. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mencari bengkel lain. Aku menyusuri sepanjang jalan dimana banyak terdapat bengkel. Setelah sekitar 5 menit mencari, akhirnya aku menemukan sebuah bengkel yang tidak terlalu ramai. Aku memutuskan untuk memperbaiki motorku disitu saja. Bengkel tersebut tidak terlalu besar. Disitu ada
beberapa pelanggan, tidak lebih dari 5 orang, yang sedang menunggu motornya diperbaiki. Selain itu, ada 3 orang pegawai bengkel yang sedang sibuk dengan motor-motor rusak, dan 1 orang lagi, mungkin pemilik bengkel ini, yang sibuk menghitung-hitung sesuatu. Karena harus antri, aku duduk sambil membaca koran yang memang disediakan untuk para pelanggan. Kulirik jam, sudah jam 12.05. Sudah waktunya jam istirahat. Kemudian, aku sibuk membaca berita-berita di koran, hingga akhirnya aku dipanggil oleh seseorang.
“mas..mas..motornya yang mana?” tanya pria tersebut. Aku mendengar panggilan tersebut dan langsung melipat koran.
“oh yang itu..” jawabku sambil menunjukkan motorku. Kemudian, pria itu langsung membawa masuk motor lebih ke dalam dan mulai memperbaikinya. Sesaat aku melihat sekeliling bengkel. Sekarang lebih sepi, atau bahkan sangat sepi karena sudah tidak ada orang lain selain aku dan montir yang sedang memperbaiki motorku. Ternyata aku terlalu larut dengan berita-berita yang akan baca di koran, sampai-sampai tidak tahu saat orang-orang sudah keluar dari bengkel ini. Aku pindah tempat duduk di dekat montir yang sedang memperbaiki motor.
“kok sepi mas?” tanyaku untuk mengusir rasa bosan.
“biasa mas, jam segini, jam makan siang” jawabnya tanpa menoleh ke arahku sedikitpun. Saat itulah, aku tanpa sengaja mengamati montir tersebut. Ternyata lumayan juga. Montir tersebut berusia sekitar 28 tahunan, gak jauh dari usiaku. Montir tersebut berkulit agak gelap, rambut cepak, sedikit jambang dan kumis di wajahnya, serta badan yang cukup gagah. Ups, aku ketawa dalam hati. Bisa-bisanya aku mengamati montir tersebut.
“lagi istirahat mas?” tiba-tiba montir tersebut bertanya yang membuatku sedikit kaget.
“eh, iyah” jawabku sekenanya karena grogi. Lalu, ia menoleh ke arahku dan sedikit tersenyum. Deg..jantung berdetak kencang saat ia tersenyum ke arahku. Wajahnya macho banget! Tak lama, ia lalu kembali sibuk memperbaiki motorku. Aku pun berinisiatif untuk mengajaknya ngobrol.
“dah lama jadi montir mas?” kataku dengan nada sesantai mungkin.
“lumayanlah, sudah 3 tahun ini”
“sebelumnya kerja dimana?” tanyaku lagi.
“buruh bangunan mas, pindah-pindah melulu. Baru setelah kerja di bengkel ini, gak pernah pindah-pindah lagi”
“ooo gitu” dalam batinku, ternyata pria ini lumayan enak di ajak ngobrol.. Lalu...
“nama saya parno, mas siapa?” tiba-tiba ia mengulurkan tangannya untuk mengajakku berkenalan.
“saya ajie” jawabku.
“tugas dimana mas?” tanyanya sambil mengambil obeng. Ia menanyakan itu karena melihatku memakai seragam polisi.
“dipolsek ****” aku menyebutkan nama sebuaah polsek.
“oo deket sini-sini doang” komentar parno. Aku hanya tersenyum kecil. Aku lirik jam tanganku lagi, sudah jam 12.35.
“masih lama gak mas?” tanyaku karena sudah keburu waktu.
“enggak kok, ini sudah jadi” jawabnya.
“tapi mas belum bisa pergi, karena nunggu yang punya balik kesini. Bayarnya harus sama dia” terangnya.
“wah, lama gak ya mas?”
“enggak, paling 10 menit lagi dah dateng, tunggu saja” jawab parno sambil membersihkan tangannya dengan kain serbet. Aku akhirnya harus berada di bengkel lebih lama lagi nih, pikirku. Padahal aku dah lapar. Cuaca lagi panas-panasnya lagi!. Tiba-tiba, aku mendapat pemandangan yang membuat mataku tak bisa terpejam. Parno yang sepertinya sedang kegerahan, membuka kaos yang ia kenakan. Sekarang ia hanya mengenakan celana pendek saja. Ough..badannya sangat bagus. Dadanya bidang, dan ada sedikit bulu-bulu halus disekitarnya. Lengannya berotot. Aku sampai menelan ludah saat melihat itu semua. Pandanganku tidak hanya sampai situ saja. Mataku juga mengarah ke bagian bawah perut. Tonjolan di antara 2 kaki parno, cukup besar. Aku membayangkan apabila kontol parno besar. Ah...kontolku jadi menegang gara-gara memikirkan itu.
“mas, kalo haus bisa mabil minum di belakang sini” ucap parno yang mengagetkan lamunanku. Aku hanya mengangguk.
“masuk aja mas, gak usah malu” ucap parno sekali lagi. Ia kemudian keluar dari pintu menuju bagian belakang bengkel. Karena dihinggapi perasaan penasaran, aku membuntuti parno. Saat aku sudah di belakang, kulihat parno sedang duduk di kursi bekas mobil. Ia terlihat sedang mencari angin. Melihatku datang, ia berkata kepadaku lagi.
“itu mas minumnya, ambil sendiri saja” tunjuk parno ke arah dispenser yang ada di deket pintu. Aku lalu mengambil minum dan langsung meminumnya. Kebetulan, aku juga sedang haus sekali.
“duduk sini mas, gak apa-apa” kata parno setelah melihatku selesai minum. Aku pun lalu duduk di sebelahnya. Bau keringat langsung menyeruak hidungku saat aku duduk. Bukannya jijik, birahiku malah semakin naik. Aku berusaha bersikap senormal mungkin, padahal jantungku berdetak kencang. Apalagi melihat badan parno yang aduhai. Saat aku sedang mengamati tubuhnya sekali lagi, parno ternyata tahu. Ia hanya tersenyum ke arahku, aku malu dan langsung membuang muka. Tak berapa lamu, tiba-tiba ada sesuatu yang hinggap di pahaku. Ternyata itu adalah tangan parno. Aku kaget. Lalu aku memandang matanya, ia sekali lagi hanya tersenyum. Aku kaget dan semakin bingung, saat ia menggeser duduknya untuk mendekatiku. Dan setelah sudah dekat, ia langsung menyosor bibirku. Yups, bibirnya yang lumayan seksi mendarat di bibirku. Aku hanya terdiam karena bingung. Lalu ia membisikkan sesuatu di telingaku.
“gak usah malu mas” bisik parno. Kemudian, ia menciumku sekali lagi. Dan kali ini, aku membalas ciumannya. Ough...ciumannya sangat dasyat. Ia lihai juga dalam mencium. Kami berciuman dengan segenap birahi kami yang memuncak. Namun, parno menghentikan ciuman ini. Ia kemudian berdiri dihadapanku. Kepalaku tepat berada di depan selangkangannya. Ia melempar senyum le arahku sebagai kode. Dan aku paham dengan kode tersebut. Pelan-pelan, kupegang celana parno. Celana warna hitam yang terbuat dari kain biasa. Awalnya hanya kuraba dari luar. Baru kutahu apabila parno tidak memakai celana dalam. Bisa kuraba bahwa kontol parno cukup besar.
“ah...” parno mulai mendesah saat kontolna mulai kupegang. Tangannku mulai berani. Akhirnya aku tarik celana kain tersebut ke bawah, hingga sebuah kontol lonjong besar nan panjang, keluar dari sangkarnya. OMG, kontol parno sangat indah. Warna hitam kelam, dengan kepala kontol yang indah, batang kontol yang padat, 2 biji peler yang menggantung, serta bulu jembut yang tercukur rapi disekitar kontolnya. Kontol parno sudah terlihat besar padahal belum tegang sepenuhnya. Aku langsung menyukainya. Kupegang batang kontolnya, dan kukocok pelan.
“oh yeah...” desah parno sambil memegangi rambut kepalaku. Aku kocok batang kontolnya, dan kumainkan dua biji pelernya. Sedikit demi sedikit, kontolnya mulai menegang. Wow, sekarang kontolnya menjadi sangat besar. Aku sangat takjub dengan ukurannya. Karena sudah tidak sabar, aku menggunakan lidahku untuk membuat sensasi lain di kontolnya. Aku jilati seluruh bagian kontolnya dengan lidahku.
“oug...ough...” parno sekarang sampai menggelinjing.
“ah..ah...” parno sampai merem melek. Aku nikmati batang kontolnya seperti saat menikmati es krim. Bisa kucium juga, bau maskulin yang menyeruak dari sekitar kontolnya. Ah..semakin membuatku bergairah. Rak lama kemudian, aku sudah memasukkan kontol parno ke dalam mulutku.
“Ough....” gelinjing parno saat aku mulai memasukkan kontolnya ke dalam mulut. Gerakan mulutku membuat kontol parno keluar masuk dan membuat rasa nikmat. Saat kontolnya berada di dalam mulutku, kusedot dalam-dalam.
“oughhhhhhhhhh....” parno sepertinya tidak kuat menerima rasa nikmat yang kuberikan, sampai-sampai rambutku dijambaknya setiap kali aku menyedot kontolnya di dalam mulutku. Berulang-ulang kumasukkan-kukeluarkan kontol parno dari dalam mulutku.
”ough..ough..ough..” suara desahan parno yang semakin membuatku gemas. Aku mainkan juga biji pelernya dengan kuremas-remas. Rabaan jariku juga sampai di daerah sekitar lobang anusnya. Sesekali dengan nakal, aku masukkan jari telunjukku ke dalam lobangnya.
“ough...ough..enak....” gelinjing parno saat aksi itu kulakukan. Hingga setelah kurang lebih 5 menit, ia akan mencapai klimaks.
“mas..mas...ak mo muncrat..ough...” desah parno. Aku semakin mempercepat gerakan kocokan dan sedotanku pada kontolnya. Dan...
“ough..ough..arghhhhhhhhh..........” crot..crot..crot...mani kental muncrat dari kontol parno dan mengenai mukaku. Terasa hangat.
“ah..ah..ah...” nafas parno setengah-tengah karena rasa nikmat yang sedang direngkuhnya. Kontol parno langsung lemas dan kemabil keukuran semula. Lalu, parno membopongku untuk berdiri.
“makasih mas...” katanya. Kemudian ia langsung menyosor leherku dengan bibirnya. Sontak birahiku naik lagi. Parno sepertinya ingin berbuat yang lebih jauh. Saat mencium leherku, tangannya bergerilya ke seluruh tubuhku. Pantat dan tentu saja bagian kontolku ia gerayangi. Ia bahkan mendorongku ke tembok. Lalu ia merekatkan tubuhnya ke tubuhku sehingga kami sekarang berhimpitan. Lalu yang ia lakukan adalah menggesek-gesekkan kontolnya yang kembali menegang ke badanku. Kontol parno yang digesek-gesekkan tepat berada di atas kontolku yang masih berbalu celana.
“ohh...” aku pasrah dengan apa yang parno lakukan. Gerakan badannya yang menggesek-gesekkan badannya, sedikit membuat kenikmatan pada diriku. Tapi, saat semuanya belum lebih jauh...
“no..parno...kamu dimana” suara seseorang memanggil parni dari arah depan bengkel. Parno langsung menghentikan aksinya.
“itu bosku” kata parno. Ia langsung melepaskan pelukannya di tubuhku dan bergegas mengambil celana yang tadi ia tanggalkan. Aku pun juga begitu, segera membenahi pakaianku yang sedikit compang-camping dan membersihakn mukaku yang terkena mani.
“maaf mas, kapan-kapan kita lanjutkan” kata parno kepadaku sambil berlalu ke depan. Aku hanya bisa melihat sosok parno berjalan ke depan dengan rasa kecewa karena belum mendapatkan kenikmatan lebih. Setelah itu, aku ke depan dan membayar jasa perbaikan motor. Tanpa berpamitan, aku bergegas pergi dari bengkel. Di jalan, aku sudah berencana untuk menemuinya lagi dan membayangkan apa yang akan terjadi nanti.

Om Asep

Nama Saya Rizal 18 Tahun siswa kelas 1 SMA di salah satu sekolah
negeri di kota tempat saya tinggal. Orang bilang saya cakep atau
“kasep” kebetulan saya tinggal di tanah Sunda,dengan tinggi 174 cm dan
ukuran kontol 13 – 14 cm (tidak terlalu panjang memang) saya sudah
mengetahui bahwa saya berbeda dengan lelaki lainnya, yaitu saya
menyukai sesama jenis, Keanehan ini telah muncul ketika saya berada di
sekolah dasar ketika saya melihat lelaki sexy yang telanjang saya selalu
terangsang, entah kenapa, sampai akhirnya pada saat SMP saya
engetahui bahwa saya ini Seorang GAY atau homosexual Keinginan
tahuan saya begitu kuat, sehingga membuat saya terus berexplorasi
akan dunia gay, sampai akhirnya saya mengalami kejadian yang tak pernah
saya lupakan
Bertepatan setelah idul fitri, tanah disebelah rumah saya akan dibangun
rumah oleh pemiliknya, saya merasa sangat senang karena dengan itu
saya bisa melihat kuli disana telanjang disamping itu bisa lihat kuli ngeloco
sampai MUNCRAT!! CROOT!! Setiap hari saya pura pura menyibukan diri
di halaman rumah hanya untuk melihat mereka topless, tapi saya
terkejut melihat seorang pria, Dia Tampan, putih Bodynya kekar,
maskulin, saya taksir dia berumur 30 tahun, tidak terlalu tinggi, ditambah
dengan jendolan selangkangannya yang besar Dia bersama istri dan kedua
anaknya disana, dia tersenyum ke arah saya dan saya pun membalas
senyumnya. Saya sempat berpikir bagaimana bisa saya ngedapetin
kontol tuh Om Straightnya. Ia mendekat, Ooh rasanya dag dig dug.. “De
ada mama nya?” Lho kok dia nanyain mama saya bicara saya dalam hati.
“Ooh ada, mau saya panggili pak?” “Jangan panggil saya bapak, saya
belum terlalu tua kok, panggil aja Om biar agak kekeluargaan gitu.. “ooh
iya kalau begitu, bentar nama Om siapa?” “Nama Saya Asep. “Sebentar
kalo gitu Om, saya panggilin mama saya dulu”.
Dan akhirnya saya pun tahu Om asep itu Keluarga jauh saya juga. Itu
membuat saya merasa semakin dekat saja sama si Om. Hari hari berlalu ,
dan sampailah pada suatu hari Bonyok sama kaka saya pergi ke luar kota
untuk menghadiri acara sedangkan saya memilih di rumah karena esok
harinya akan ada ujian tengah semester di sekolah. Waktu itu jam 7
malam hujan deras disertai dengan kilat, seseorang mengetuk pintu
rumah, Saya sempat berpikir tidak membukanya karena takut, tapi
saya beranikan untuk membukanya, dan alangkah terkejutnya saya
ketika tahu bahwa itu adalah om asep, saya pun langsung membukakan
pintu. “Maaf zal boleh ikut berteduh?” Wah ini kesempatan emas
pikirku , tanpa basa basi lagi aku jawab, “Oh ya silakan, ayo masuk om
entar kedinginan lo, diluar kan ujan” “Makasih ya zal, baik banget” “Aah
gak segitunya kali Om” sambil senyum.. “ooh iya mama mana zal?” “Lagi
keluar kota semuanya Om sekarang izal sendirian disini” “Lho gak ikut
kamu zal? “enggak ah Om besok ada ujian” “Gak ngapalin nih?” nadanya
nyindir “Ngapalin mulu capek Om, mending istirahat sekarang mah.”
Kami pun ngobrol ngalor ngidul, ini itu, Seperti Om dan Keponakan Sendiri.
Saya pun mulai berpikir bagaimana caranya agar bisa bersama terus
dengan Om Asep.. Saya pun dapat ide.
“Om Nginep dong disini , masih Ujan tuh, lagian udah malem Om” “Wah
Entar istri Om gimana?” “Lho gimana apanya Om”? “Om kan udah bikin
janji ama istri Om.” “Janji apa Om?” “Yaah pasti kamu tau lah.. ia
menjawab dengan senyuman mesum
Dan tak lama pembicaraan kami mulai mengarah kepada hal hal yang
berbau sex..
“Kamu udah pernah ngeloco zal?” “Hmmm Udah sih Om” jawabku malu
“Gimana tuh rasanya pertama kali Ngeloco?” “Aah Om kayak gak tau
aja” haahaha Kami pun tertawa berdua Aku melihat gerak gerik
badannya yg mulai mencurigakan dan serta OOOOOOOOoooowww
Seperti ada tongkat besar kulihat diselangkangan celananya, Aku pikir Ini
Kesempatanku.
“Kenapa Om?” Itu burungnya bangun.. “Om… Om Udah gak Kuat!! Ia
menarik badanku ke sofa dan menciumiku. aaah aaah, aku pun
membalasnya dengan sukahati Ia Menggesek gesekan kontolnya dengan
kontolku, saling beradu.. Oooooh mimpi apa aku , kataku dalam hati. Ia
Berbisik padaku “Aku ingin Memperkosa kamu zal!!” Aku jawab “Baiklah
Om Perkosa aku, Perkosa!! Perlakukanlah aku, Perawani aku!! Sengaja aku
memancingnya dengan kata kata yang merangsang..
Ia berbeda dari biasanya, Ia Sangat bringas, bagai singa jantan. Ia mulai
melepaskan bajunya dan membuka reseleting celananya dan OOOH
KONTOL yang begitu gede berurat tegang 20 cm an dilengkapi dengan
precumnya yang menggoda…. ISEP!! ISEP!!! Ia menyuruhku. Tanpa basa basi
lagiaku hisap KONTOl gedenya, saking besarnya aku hanya bisa
memasukan sebagian dari kontolnya, tapi dia tetap memaksaa… aaahh
oohh yess aah shh ahh sshh .. erangannya ketika memperkosa mulutku..
Aku membuka celanaku dan mengocok kontolku yang sedari tadi telah
tegang sepenuhnya.. Tak lama kemudian aku sadar bahwa kami telah
bertelanjang tanpa satu helai benang pun.
Ia terus menggenjot mulutku, sekitar 30 menit aku mengoral kontol dia,
dan aku merasakan dia akan segera muncrat, ia gerakan kontolnya
semakin cepat, semakin ganas, dan bringas.. AHHH SHHHH AHHH OHHH
GUEEH GUUEEH MAAUHH AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHH
CROOOOOOOOOOOOTT CROOOOOOOT CROOOOOOT
CROOOOT CROOOOOOOOT. Ia melepaskan PEJUH Lezatnya di mulut
saya “MINUM!!” Jangan ampe ada yang keluar!!” bentak dia Dia
menyuruhku untuk minum spermanya tapi dia tidak mau melepaskan
kontolnya dari mulutku alhasil banyak pejuhnya yang keluar, aku terus
saja melamot, menyedot kontolnya dan meminum pejuhnya.. aaah aaah
shsh . dia terus mengerang.. Om Asep Ini lelaki perkasa , buktinya
meskipun Kontolnya udah ngeluarin pejuh tapi kontolnya masih tetap
tegang sepenuhnya… Dia pun mencabut kontolnya dari mulutku.
Kami berciuman kembali, lebih romantis dan gentle dari sebelumnya, aku
cium dan jilat selurh tbuhnya ooooh nikmat tak terkira. Antara sadar dan
tidak aku mengajaknya ke kamar karena aku sudah ingin dientot.. “Om
Entot aku”!! “Apa??” Beneran nih? “iya Om.. Kontol Kuda Om memang
Hebat ucapku sambil menjilat kontolnya Ia pun menyeringai mesum, dan
langsung mengangkatku dengan tangannya layaknya sepasang suami isrti,
aku ditidurkan dikasurku, lalu Om asep menikamku dengan ciuman
mesra… :* :* “OOmm aaah oom aaah Entot aku aah sshh” pintaku sambil
ngocok kontol.. “Apapun yang kau inginkan sayangg!!!” SREEEEEEETTT
“aaaaaaaawww” teriaku karena ia mendadak memasukan kontolnya
tanpa penetrasi ke lubang duburku yang masih perawann.. “ooom Sakit”
rintihku “Nanti juga enakan sayang” Sambil menciumku Genjotan
pertama pelan pelan, terus kencang lebih kencang lagi dan lagi…
aaahh sshh ahh sshhsaaahh… rintihku antara nikmat dan sakit bersatu
padu… “aaaah ooh sakit oom tapih enhaak” erangku… “Dasaar bocah gila”….
Karena terlalu nafsu, entah mengapa ia menggenjotku sekuat kuatnya
dan sesakitsakitnya tetapi kontolku malah ngaceng sengaceng
ngacengnya.. “oooh” Ia memang ahli dalam hal ini, titik prostatku tercapai
oleh kontolnya, maju mundur maju mundur aaah enak sekali. Beberapa
menit kemudian aku mulai mengejang merasakan terjangan lahar putih
yang akan keluar, meskipun aku tak memegang kontolku, dan
aaaaaaaaaahh aahhh ohhhh CROOOOOT CRRRRROOOOOOOOOT
CCRRRRRROOOOOOT pejuhku muncart banyak sekali, ke dadaku, ke
muka om asep dan ke seluruh tubuh kami. Oooh kontolku mulai melemas,
tapi Om asep tetap menggenjotkan kontol kudanya…. Bosan ia dengan
gaya yang biasa, ia punya ide untuk merapatkan kakiku sehingga duburku
akan jauh lebih sempit, aku menolak dengan tegas, tapi ia tak mau
mendengar, ia cengkram kedua kakiku dengan ototnya yg kekar, aku tak
bisa melawannya, dan akhirnya…
Aaaaahh pantatku benda padat itu menyakitkan sekaligus menikmatkan,
“oohh ahh shh ah ohh ” terus saja rintihnya.. Duburku mulai berdarah. Tapi
ia tak peduli, bahkan ia makin bringas mengentotiku…
Oooh uhhh ahh… Aku HAMILI KAMU OKE SAYANGGHHH ahh?? AHHHH
CROOOOOOOOOOOOOOT
CRRRRRRRRRROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT
CCCCRRRRRRRRRROOOOOOOOOOOOOT
CRRRRRRRRRRRRRROOOOOOOOOOOOOOOOOOT dia pun
mengeluarkan pejuhnya untuk yang ke 2 kalinya, sangat banyak sekali,
bercampur darah duburku.. OOh tapi aku merasakan kenikmatan tiada
taranya. Ia terjatuh lemas dipunggungku sambil berbisik “Mandi sambi
maen yo? Nadanya mesra. dalam hati saya berkata ” gila nih orang belum
puas juga”
Ia memaksaku untuk mandi bareng dia, aku terpaksa dengan
mengangkang karena ia tak mau mencabut kontolnya dari duburku.. “Om
lepas dong!!.” “Nanti setelah kita selesai main.. Kami pun mandi , saling
menyabuni tentunya dengan kontol om asep yang tertancap di duburku.
Ia mulai beraksi, aku pasrah karena sudah terlalu lelah.. ia menggenjotku
terus dan terus, sensasi luar biasa terasa karena kami mandi dengan
shower air hangat yang sedikit panas, menyebabkan sensasi luar biasa
pada kontol kami.. OOooh aaah ohhh OMMM akuuu KELUARRR
CROOOOOT CRTOOOOOCROOOOT!!!!!!
OOoh Akuu jugaaahh ZALLLL makan nih PEJUHHHHHH
CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT
CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT!!!Ia
tetap menanamkan kontolnya di duburku. untuk ketigakalinya ia muncrat..
hosh hosh , kami terkulai lemas di bathtub, dan tertidur sambil dubur
saya ditanam di lubang pantatku..
Keesokan harinya aku terbangun, dan sempat kaget takut kesiangan ke
sekolah, tapi syukurlah waktu masih jam 4 pagi, aku pun membangunkan
om asep, agar dia mencabut kontolnya dari duburku, tapi apa daya dia
mengajakku lagi untuk bermain, dan aku ladeni hingga ia dan aku
NGCROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT!!!
OOhh AHhh..
Ia pun pamit pulang dengan memberikan ciuman padaku, “Kau memang
hebat” bisiknya. Aku beri dia nomer HP ku agar kapan ia butuh service
aku tinggal datang, toh nanti rumah saya dan dia dekat. Setelah kejadian
itu, BERCINTA sudah menjadi kegiatan rutin kami, ketika dia sedang
sendiri atau aku yang sendiri dia selalu memberiku uang jajan ketika aku
sudah memuaskan nafsunya. Pada akhirnya saya menjadi budak sexsnya,
tapi beruntungnya saya masih mendapat kenikmatan dari apa yang saya
lakukan dan saya tidak mendapat siksaan fisik pula. Mungkin inilah awal
perjalanan hidup HOMOSEXUAL saya…

Parjo

Gue keturunan Sunda, dan awalnya kami sekeluarga tinggal di daerah Jawa Barat, tapi kemudian Ortu pindah ke Jawa Timur dan kami tinggal di pinggiran sebuah kota yang terletak sekian kilometer antara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena tinggal di kota kecil, otomatis kwalitas pendidikannya tertinggal dari sekolah-sekolah terkenal di kota besar jadi tingkat pengetahuan gue juga biasa biasa saja dan tidak istimewa.
Jadi dibanding murid2 yang sekolah di perkotaan, gue mungkin bisa dibilang masih lugu, polos atau bahkan, dianggap kurang pintar!. Dan kebegoan gue inilah yang akhirnya menjerumuskan gue ke jurang pergaulan yang tak wajar.
Sejauh ingatan gue, perasaan sih gue merasa gue normal2 saja, malahan gue udah sering baca buku buku porno Hetero yang stensilan pinjeman dari temen-temen, pokoknya tidak ada perasaan tertarik ke sesama cowok.
Waktu itu, gue sudah biasa melihat foto-foto porno cowo-cewe normal (Hetero) lagi begituan… Kalo sudah liat gambar atau baca buku porno, wah kontol gue tegang keras banget dan keras sekali. Kalo lagi ngaceng, rasanya ada ser.. serrr.., gitu dikepala kontol gue yang kayak helm bentuknya.
Di sekolah, gue termasuk anak yang bongsor.. karena badan gue sudah lebih tinggi dari babeh gue, dan juga tulang-tulang gue termasuk besar dan kokoh….
Yang paling ajaib, ukuran kontol gue termasuk paling besar dibanding teman-teman sebaya di sekolah. Mungkin karena sejak kecil, nyokap selalu nyekokin telor mentah dan madu.
Atau mungkin karena pengaruh keturunan?. –(Gue pernah gak sengaja ngeliat bokap mandi, dan ternyata kontol bokap ukurannya gede banget –kalau kakak cowok, gue gak punya).
Tapi yang bikin malu adalah itu kalau kontol gue kalo lagi ngaceng.. Jendholannya gede banget, panjang juga, lagian susah dibikin lemes lagi, dan keras banget…..
Dan yang paling gue tidak tahan adalah kalo lagi di kelas perhatiin MAMI TUTI, guru Bahasa Inggris yang bahenol…, kadang-kadang tanpa sadar Mami Guru duduk dan pahanya yang putih terlihat agak sedikit tersingkap… , kontol gue langsung tegang mengeras… , dan menjendol ke depan…
Kalo lagi gitu gue berdoa moga-moga jangan di suruh kedepan kelas, soalnya temen2 bakal ngeledek karena banyak yang udah pada tahu kalo gue punya alat kelamin yang gak normal ukurannya.
*******
Bokap gue, kerja di luar kota dan hanya pulang ke rumah sebulan sekali, sedangkan Nyokap buka Toko kecil2an di Pasar, jadi kalau pulang sekolah kadang hanya gue SENDIRIAN yang ada di rumah, ditemani MBOK Pembantu, seorang wanita yang sudah tua..
Karena sering keadaan RUMAH SEPI, belum lama itu Ortu akhirnya mengambil tambahan seorang PEMBANTU COWOK, krn bisa sekaligus JAGA RUMAH, dan sekali2 bantu2 jadi Tukang Kebun dan Kuli Angkat Barang di Toko Nyokap di Pasar..
Pembantu cowok itu bernama PARJOKO (tapi gue biasa menyebut dia “Parjo” atau “Jok”). Umurnya jauh lebih tua dari gue yang masih ABG.
Sebelumnya Parjo pernah jadi KULI CANGKUL di SAWAH dan jadi TUKANG GALI TANAH, tapi dia juga pernah kerja jadi BURUH BANGUNAN di JAKARTA. Jadinya tidak heran, perawakan badannya besar, sosoknya gempal, otot-ototnya kekar, kulitnya coklat kehitaman.
Waktu pertama kali melihat PARJO buka kaosnya .. Gila!!, perawakan badannya besar, sosoknya gempal, otot-ototnya kekar, kulitnya coklat kehitaman –(mungkin dia keturunan Gorila… hehehe..)
Waktu Bokap tanya kenapa dia jadi Pembantu, dan bukan kerja di pabrik; ternyata sekolahnya cuma sampe kelas 5 SD.
********
Hari itu, waktu gue baru pulang sekolah, gue langsung istirahat di rumah karena capek habis pelajaran olah raga..
Di kamar depan awalnya gue bengong sendiri… Tapi untungnya ada televisi yang memang sengaja di pasang di rumah baru buat hiburan.. lengkap dengan DVD player.. Akhirnya gue nonton TV tanpa mengajak Pembantu Cowok itu.. karena memang gue lihat dia masih merokok di teras.
15 menit berlalu, tiba2 pembantu cowok itu menghampiri gue dan duduk di samping gue. Akhirnya gue coba buka pembicaraan … “Oh, yaa Parjo, kowe anake piro?” [–anaknya berapa-] tanya gue. “Loro” [– dua-] katanya singkat. –Karena gue berasal dari Jawa Barat, memang Parjo biasa menyebut gue “ADEN” atau “DEN”.
Umur Parjo sekitar 24-25an tahun, tapi seperti kebiasaan di desanya, pembantu cowok yang masih muda itu ternyata SUDAH MENIKAH tapi ISTRI dan 2 ANAKNYA ditinggal jauh di desa, jadi dia hanya ketemu keluarganya tiap 2-3 bulan sekali.
********
Maklum karena sodara2 gue cewek semua dan mereka sering ada ekskul, jadi keadaan di rumah memang selalu sepi dan kosong pada siang hari, sejak ngobrol itulah gue dan Parjo jadinya rada akrab.
Kalau pulang sekolah, gue suka ngajakin Parjo nonton TV bareng di kamar, liat majalah, maen Game atau becanda-becanda biasa. Karena untuk membantu pelajaran sekolah gue, Parjo tentu tidak bisa menandingi gue. Maklum KEKURANGAN Parjo yang cuma sekolah sampai kelas 5 SD, jadi IQ-nya lebih rendah dari gue.
Tapi, ada satu KELEBIHAN Parjo yang bisa menandingi gue bahkan melebihi, yaitu ukuran kontolnya yang jauh lebih gede dibanding punya gue, dan rasanya lebih gede juga dari punya bokap.
Pernah kita ukur berdua waktu itu mandi bareng2 telanjang di sungai.. Dan waktu kita bandingin, ternyata dia punya jauh lebih panjang dan lebih gede… Dan pernah dia ukur waktu itu kira-kira panjangnya 12 Cm, padahal masih dalam keadaan lemes…
Nah…, karena sama sama cowok, kita punya hobi dan khayalan yang sama…, sering cerita tentang buku porno, dan kita juga sama-sama tergila-gila sama seorang janda yang jadi pembantu tetangga: MBAK INA yang berasal dari Gunung Kidul Jogja.
Kalau Mbak Ina lagi nyiram kebon di halaman depan kita berdua suka cekikikan memperhatikan pantat Mbak Ina yang bahenol, betisnya yang indah, putih, dan juga toketnya yang berisi dan besar.
“Kenapa lu gak cari pacar lagi disini Jok?” gue iseng bertanya. “Oalah, Den, sopo sing gelem karo wong Pembantu koyo aku iki,” [-wah, siapa yg mau sama Pembantu-] jawabnya. –Karena berasal dari Jawa Barat, Parjo memang biasa menyebut gue “ADEN” atau “DEN”.
“Lha, terus yok ‘kepengin’ ngono yok opo?” [–kalo lagi kepengen gimana-] tanya gue lagi. “Yoo, ditokne dewe Den, arepe mbalon yoo ora duwe duit,” [-ngocok sendiri, abis gak ada duit-] jelasnya lagi.
“Ditokne?. Maksudnya ngeloco?. Wah, gue sih belum pernah ngeloco Jok. Gimana sih caranya?” tanya gue penasaran
Pembantu gue Parjo jawab: ”Eh.., kalo sampeyan mau tahu gampang Den.. Caranya di kamar mandi bayangin Mbak Ina.. terus kocok kontol sampeyan pake sabun”.
Biar umur gue sudah termasuk ABG dan sudah ngalamin mimpi basah, tapi terus terang aja, gue belum pernah tahu yg namanya ngeloco atau onani.
*******
Karena penasaran, akhirnya waktu itu gue coba sendiri…
Wah, memang mula-mula enaaaak… Kontol gue makin lama makin gede dan keras seperti batu… tapi sudah gue kocok-kocok sampe lama, ternyata kok tidak terjadi apa-apa.. Akhirnya gue bosan sendiri dan cape sendiri….
Besoknya gue cerita ama Parjo
Dia bilang: “Wah nggak normal Den… Coba ngocoknya pake sabun”.
Sejak itu beberapa kali gue coba pake sabun tapi tidak pernah berhasil…. Akhirnya gue jadi males sendiri ngocok pake sabun. –‘Aduh.. jangan2 gua gak normal beneran nih’. pikir gue
*******
Waktu Parjo ikut maen game di kamar, gue cerita lagi ke dia.
“Masa sih?. Coba deh aku liat cara sampeyan ngocoknya gimana?” katanya.
Karena kita emang udah biasa mandi telanjang bareng di sungai, jadi tanpa peraaan malu akhirnya gue buka celana. Sementara Parjo sendiri masih berpakaian lengkap.
Trus kita liat2 dulu gambar2 cewek sexy di majalah dan langsung deh gue mulai ngocok kontol gue sendiri.
Ternyata gue gagal lagi, gak terjadi apa-apa, padahal gue dah kecapean ngocok. ”Gua udahan ahh.., tangan gua pegel” kata gue.
Tapi Parjo bilang ”Wah sampeyan bener2 gak normal Den. Sini aku bantuin dah”. ”Aden tiduran deh bayaning Mbak Ina” sambungnya lagi.
Terus, habis gitu, gak segan2, langsung kontol gue dia pegang.. dimainin dia sebentar –Hehehe lucu juga bayangin kontol gue digerayangin orang lain, apalagi ini pembantu cowok lagi.
Terus abis gitu, dia gak segan2 elus-elus kontol gue dan bantu ngelocin gue pake krim Nivea supaya licin ngocoknya katanya. –Sungguh sebuah pengalaman yang tak akan pernah bisa gue lupakan .. Maklum, first time diloco. Rasanya nikmat, enak.. geli2 gimana gitu..
Ternyata bener juga!. Gak berapa lama, badan gue kejang-kejang sambil ngos2an dan tiba tiba ada sengatan yang luar biasa menjalar dari bawah selangkangan ke ujung penis gue.. terlihat ada getah bening yang muncul di ujung penis gue… dan akhirnya…
Crooooooottttt…. Buat yang pertama kalinya gue klimaks muncratin sperma karena diloco, yang artinya gue udah kehilangan keperjakaan.
“Piye, enak tho??! [-enak ga rasanya-] tanya parjo.
Gila man!. Pengalaman pertama sampe muncrat malah dikocokin sama Parjo, si pembantu cowok. –Wah,dia emang pembantu yg paling pengertian deh.
*******
Beberapa hari sesudah itu, gue pulang sekolah, gue langsung ke kamar Parjo dan kayak biasa, ngomongin cewek-cewek dan Mbak Ina yang sexy itu
Parjo tanya ”Sampeyan udah bisa coli sendiri gak Den?” Gue jawab ”Belom tuh, kepengen lagi sih” ”Masa sih Den?. Aku sih tiap hari coli” kata Parjo. “Ahl, loe emang pikiran ngeres terus”. kata gue. “Makanya sampeyan coba ngeloco lagi Den” katanya “Iya deh, nanti malem gua coba sendiri lagi” jawab gue.
”Mau dibantu sama Mas lagi?” katanya menawarkan diri. ”Ya mau deh”. Tanpa ragu aku menjawab
Terus Parjo kunci pintu kamar karena takut kalau Mbok pembantu atau orang lain yang melihat kami.
“Kita ngocok bareng aja ya?” katanya. ”Wah, malu donk” jawab gue
”Kenapa malu?. Kalau di depan orang banyak ya harus malu, tapi ini kan cuma berdua sama Parjo. Kan kita udah biasa mandi bareng”. bujuknya
Pertama gue coli sendiri sampe tangan pegel, terus sekali lagi Parjo yang bantuin ngocokin kontol gue sampe lama banget.
Untungnya bisa juga kontol gue muntah sperma sampe banyak banget. Sruuuttt… Sruuuuttttt… Sruuuuttt….!!!. -Waaah, enak banget dan rasanya bangga bisa muncrat pejuh lagi.
********
Setelah gue muncrat, tanpa dikomando lagi Parjo segera memerosotkan celana pendeknya. Tapi waktu giliran dia mencopot celana dalam. Ya ampuuunnnn, ternyata dia sudah ngaceng!.
Sekonyong- konyongnya gue lihat organ tubuh lelaki dewasa yang gila!!. Bahkan menurut gue agak ‘menyeramkan’ karena kontolnya ternyata sudah ngaceng!. Ukuranya benar2 jumbo… hehehe. Itulah pertama kalinya gue lihat langsung kontol cowok dewasa yang ngaceng!.
Wah..!, waktu liat kontol Parjo,.. gue iri liat ukurannya yang gede banget gitu.
“Lho, koq ngaceng penis lu Jok?” tanyaku. “Iyoo, ndelok penis sampeyan sing dowo itu opo,” jawabnya juga sekenanya. “Koq iso dowo koyok ngene iki diapakno sih,” [-Diapain, kok bisa (gede) kayak gitu?-] tanyaku lagi. “nDisik sering dikom karo teh anget,” jawabnya lagi.
Parjo mulai ngeloco dan ngocok sendiri, tapi karena merasa berhutang budi, giliran gue segera menawarkan diri untuk membantu. “Lha iki wis pirang dino ora ditokne” [–udah aku yg kocokin-] kata gue “Wis ono limang dina bek menowo,” [–biar sendiri aja-] jawabnya. “Gelem tah tak tokne?” [–Ayo mau gue kocokin?-] tanya gue lagi. “Yo, wes” Akhirnya dia setuju.
Maka segera gue remas-remas daging dan otot yang ada diselakangannya itu dan mulai mengeras sambil dia mulai merintih-rintih menahan gejolak nafsunya.
Dan akhirnya Parjo juga klimaks dan mengeluarkan pejuh yang muncrat berhamburan keluar.
*******
Sejak maen ngeloco bareng itu, timbul semacam ‘kedekatan’ yang tak wajar antara seorang Pembantu dan gue. Apalagi kita emang udah akrab, jadi hubungan kita makin lengket aja. Rasanya sudah tidak ada lagi rahasia2an antara gue dan Parjo. Pokoknya kalau lagi ada dirumah, dimana ada Parjo, disitu ada gue.
Untungnya orang tua, kakak gue dan Mbok pembantu gak ada yg curiga oleh kedekatan hubungan ganjil kita.
Tapi jangan salah ngerti, kita BUKAN HOMO lho!. Hubungan kita gak ada unsur erotismenya dan bukan nafsu..
*******
Tapi kebiasaan maen coli2an berdua di dalam kamar yang tertutup antara 2 lelaki yang berbeda umur bukannya tanpa resiko!.
Apalagi Parjo adalah seorang laki laki dewasa berumur 24 tahun yang hidup berjauhan dari istrinya, sedangkan gue bocah ABG lugu yang masih dipenuhi rasa ingin tahu dan penasaran.
Lama2 Parjo mulai berani mengajak gue untuk bereksperimen yang makin menimbulkan rasa penasaran untuk men-coba2 hal yang gila lebih dari itu.
Bahkan eksperimen Parjo makin gila dan sampe mengkhayalkan punya pacar Mbak Ina. Karena gue lebih kecil mungil dan badan gue lebih ramping, akibatnya gue suka disuruh PURA-PURA AKTING jadi cewek kekasihnya dia.
Pada tahap awal itu sih, kita biasanya melakukan itu dengan tetap berpakaian lengkap, terus sambil berbaring dan berangkulan, dia meng-gesek2 batang kelaminnya ke arah celana gue, sambil membayangkan seolah2 dia sedang memeluk istrinya atau Mbak Ina…
*******
Suatu hari, Parjo keceplosan berkata: “Wah, aku jadi pengen ngewek betulan sama perek nih” katanya
“Emangnya lu pernah ngewek sama perek Jok?” tanya gue
“SERING banget waktu kerja di Jakarta, disana banyak perek Den” jawabnya
“Emang gimana sih rasanya ngewek sama cewek?” tanya gue penasaran
Dan gilanya!, pembantu gue Parjo bilang akan mengajari gue pura-pura melakukan hubungan sex seperti di buku2 porno, jadi dia minta supaya kita sama sama bertelanjang. ”Eh.., kalo sampeyan mau tahu rasanya ngewek, aku ajarin deh.. tapi kita harus telanjang yo”.
Setelah bertelanjang, gue disuruh berbaring telentang lalu dia menindih dari atas, terus gue disuruh ngejepit kontol Parjo yang sengaja dia selipin diantara paha gue. –Wah kalo lagi menghayal ngeseks gitu… kontol Parjo terasa sampe keras banget..
Masalahnya halayan Parjo kadang terlalu tinggi dan liar!!. Dia suka meremas remas dada gue bahkan ngisep puting tetek di dada gue seperti ngisep payudara cewek. –Heraaann..!!!.Pada saat Parjo menyusu ke puting tetek,, gue merasakan geli dan enak luar biasa.
–La iya lah, walau gue masih terhitung bocah ABG, tapi rangsangan pada titik- titik sensitif itu tentunya tidak ada hubungannya dengan umur gue, dan akhirnya akan terasa geli dan enak juga. Hehehe..
Walau gue sadar semua itu hanya pura-pura, tapi herannya, gue memang merasa enak sekali disusu oleh Parjo sampai gue ngerang-ngerang saking enaknya. –Tapi gue BERBOHONG dan bilang ke Parjo bahwa gue cuma pura pura.
Karena enak, awalnya gue diem tanpa berontak, tapi saat gue rasakan kontol Parjo terasa semakin menegang dan keras gue buru-buru bilang ke Parjo untuk menghentikan permainan dia: “Jok.. Gak mau tindih2an ahh. Gue capek.., berat, sakit”
Ternyata Parjo tidak menghiraukan!. Dia malah beralih menciumi leher gue dan membuat cupang-cupang merah di dada dan leher gue, lalu dengan semakin ganas dia kembali menyusu dan menjilatin puting tetek di dada gue…
“Oowwww..” Gue merintih kesakitan karena tiba2 dia gigit puting tetek gue dengan gemas.. “Aduuuhh, sakit Jok!!!”
“Parjo.. Iki opo maksute kowe ngambung [-ciumi-] gue, terus nindih gue koyok ngene…. Ga wedhi [-takut-] karo [-sama-] ibu ta Jok??.” Gue meracau gak karuan dan bilang ke dia [‘Apa gak takut ketahuan nanti kalo ibu gue lihat dia nindih gue].
“Gemes!. Abis badan sampeyan, mulus banget, kayak cewek, aku jadi nafsu banget…!”
Untunglah, sejauh ini, orang tua gue masih selalu percaya pada Parjo dan TIDAK pernah CURIGA apa2. Mungkin karena mereka belum melihat cupang2 merah berjajar di dada dan di leher gue akibat hisapan mulut Parjo.

Gay sex dengan Brimob

Aku kenal Bripka Gagah waktu tugas lap di pbrik CPO di Kalimantan thn lalu,Bripka Gagah adalah danru dr satuan pengaman dr brimob yg ditugaskn di pbrik tmpat tgsku,aku msh blm bs lupa.. prtma kali dtg ke pbrik,dia yg mngjinkan aku msk area ,kana memang sudah peraturan kalo msk pabrik hrs pake APD n idcard..krna aku bru dtg,jd blm punya kelengkapan itu..prtma kali liat dia..trus trg aku lsg naksir..ah dasar gay..ga bs liat pria macho,..oh ya..namaku Bagus ST..28th,aku kerja di sbuah kontraktor..tgsku ke pbrik dlm rgka menyelesaikan complain dr owner terhadap gdung yg pernah kami buat..mgkin org ga nyangka dgn orientasi sex ku yg menyimpang,dibalik wajah tmpan dan tubuh atletisku,aku gay..kmbali ke Bripka Gagah..dia seorg perwira dgn badan tegap,bahkan tampak gagah dgn seragam ketatnya,menonjolkan otot dada dan lengan besarnya..cukup ramah dgn sedikit senyum dr bibir merah di wajah tampannya..kulitnya yg cukup terang membuat bekas cukuran jambangnya tampak jelas,aku lirik badge namanya..Gagah Adamas..nama yg sangat jantan,sesuai dgn orgnya..pikirku,tapi ksibukanku bertemu dgn GM bikin aku lupa tentang dia hr itu..

Beberapa hr kemudian,pas istirahat ga sengaja kami ktmu di kantin..wktu itu dia pake kaos ketat seragamnya dipadu dgn celana coklat..tubuh kekarnya smakin tmpak jelas..awalnya kami sekedar basa basi brlanjut dgn obrolan..kami knalan dan slg crita brbgai hal..mulai dr asal,sekolah..smpai status kmi yg sama2 lajang..mknya dia ga mau aku pggil pak..cukup mas saja,ktnya..krna trnyata usia kami cuma trpaut 2 th diatasku..wah..cukup mnyenangkan bgku,wlpun aku senang skali bs ngbrol dekat dgn dia,smbil curi2 pndang ke tnjolan dadanya..aku ga brani brfikir macam2..aku sng bs knal lbh jauh ttg dia..”Gus..badan kamu ok juga,suka ngegym ya?” ,”Ah..kdg2 aja mas..kalo smpet..”jwbku ,wah..sungguh ga nyangka dia bkl brkata bgt,memang kaos polo yg aku pakai saat itu cukup memamerkan tonjolan otot dada dan lenganku yg lumayan gede.,wlpun ga sgde Bripka Gagah..agak bikin pnsaran neh.”mas tuh yg udh gde,ngegym juga kan?”tnyaku..”Ya neh..ga tau lg pgn serius aja..biar ga kalah ma anggota..kan km liat sdri si Hendri sama Rizal,mereka jg rajin ngegym lho..masa anggota lbh gde dr komandan,mana bs nurut,bs berabe urusannya..ha ha!”jwbnya smbil brkelakar..akupun trtawa..memang rata2 anggota Brimob punya tbuh yg nyaris smpurna..tinggi dan kekar..wah..ga kbyang serunya dihajar mereka..kalo saja saat itu aku brdiri..pasti tnjolan di celanaku jelas sekali trlihat..krna skrg kontolku sdh sgt tegang krna imaginasi liarku..sial..ga lama kemudian wkt istrhat hmpir hbs,aku prmisi dluan..dan sungguh ga nyangka lg..dia minta no hpku..dia blg siapa th kpan2 bs ngegym brg..wah..dgn senang hati aku ksh.. Hari minggu jam 10 lbh,aku msh di mess,bru sj slsai mandi..ada sms masuk..trnyata bnr dr Bripka Gagah..”lg ngpain org ganteng..ngegym brg mau ga?,aku trsenyum lebar baca sms drnya..”boleh,jemput ya?”jwbku smgat..ga smpai 15mnt udh trdgar klakson mtor tiger merahnya..kmi lsg mlaju cepat ke t4 fitnes yg trnyata ga jauh dr mess..1jam fitnes ckup mmbuat kmi bsh kuyup krna keringat.. Setelah latihan dada,bcep,trcep kmi ptskan untk pulang..mmg t4 fitnes km cuma ada 1 kamar mandi,maklum..di daerah..jd trpaksa kmi melaju pulang,dlm pjlnan..mas Gagah mengajakku ke messnya..aku blg mandi dlu..tp dia mmksa..toh mandi di mess dia kan bisa..aku mmg sdh bw bju ganti..smpai di mess tmpak sepi..aku bru 2x ke mess krywan tempat dia tinggal…tempatnya trletak plg blkg..stlah lapangan tennis..dibelakang kamar ganti,aku ga sngka msh ada bngunan di blkg lap tenis,dlu awal dtg aku srg tenis brg pak GM..trnyata disitu msh ada 5 kamar..dan mas Ggh menempatii kamar yg plg ujung,aku dipersilahkan msuk..dan dia ttp pntu kmrnya..cukup besar..kira2 4×5 m +km di dlm..cukup rapi..1bh king size bed dgn spei abu2,tv plasma 20″ di dpn t4 tdur,meja kerja di smping kanan brsebelahan dgn lemari,kaca cermin besar di seb kiri,kulkas 1pintu dismping pintu km,brsebelahan dgn tv,dan sebuah rak yg penuh dgn produk perawatan bdan khusus pria,wah..ga nyangka,pak komandan trnyata rajin mrwat diri..ga bda ma aku sih..tp apa dia juga..ah..aku buang2 jauh pikiran kotorku..”knapa Gus,kok ky org bingung?”tegurnya..”ah..eh..nggak papa mas”..mas Gagah kyk sibuk mencari2 sesuatu di rak,”nyari apa mas?”..”film..aku bru pinjem film dr Rizal,ktnya bgus..ya smbil ngeringin bdan sblm mndi.,”jwbnya,ga bbrapa lma “ah..ini dia!..ga brapa lma dia psg di dvd player..lalu bangkit..ditanggalkannya kaos lembab yg mbungkus tbuh kekarnya..ah sungguh..pemandangan indah..dia berbalik menhdap cermin smbil brgaya spt binaraga..wow..otot2 yg indah..dada yg kekar bahu yg kokoh dan lengan yg kuat..pujiku..dia menoleh ke arahku..”gimana gus?mantap kan?”mantap bgt mas”pujiku..aku alihkan pndangnku ke cover film yg sdg diptr.sblm aku terangsang lg..ah..film thailand trnyata..mas gagah duduk di sisi bed..trus geser ke blkg mcri sndaran..”kok brdiri sj,.sini duduk”aku duduk di smpingnya..film mulai brjalan..trnyata film semi..bbrapa x ada adegan sex..mskipun antara cwe n cwo..cukup bikin nafasku mmburu..”kaosmu bsah gus..cpot aja..kalo ga ntar bs panuan km” kt mas Gagah “ga papa mas?” ga papa lah”jwbnya..aku buka kaosku..dia trsenyum kecil memandang tbuhku,lalu pndangan mtanya brpindah ke arah tv..tapi sungguh diluar dugaan..ga nyangka..trnyata ada adegan homosex dlm film itu..prtma kali dlm hdupku mlhat adegan gay dlm film..cukup lama..aku mrskan ada yg mngganjal celanaku..trnyata aku sgt trngsang mlhat persenggamaan sejenis itu..nafasku mmburu..”knapa gus,punyamu tegang ya?”kt mas Gagah tiba2,aku gugup..malu ketauan terangsang…jstru saat adegan gay..”maaf mas..”ga papa gus..mas juga kok”jwbnya pelan.,aku menoleh kaget..dia trsenyum..aku msh bingung..tiba2 tngan kekarnya mulai meraba punggungku..aku kaget..tp berusaha tenang..tnpa reaksi..tgannya mnjalar smpai tengkukku..trun ke lenganku dan brhenti di dadaku yg cukup padat..aku menikmati ,aah..dia makin mendekat..aku merasakan kecupan mesra di punggungku..naik ke tengkuk..ada gigitan kcil disana..ntah..seperti msh tak pcya..bibir kami udh slg melumat..skrg kmi slg berhadapan….Kedua tngan kekar kami slg peluk,raba..remas..2 pria kekar terbakar birahi menyala brguling di atas kasur..mas gagah mnindihku..menjilati leher..mndaratkan kcupan disana..trun ke dadaku..kdua pting susuku mjadi santapan nikmat lidahnya..perutku yg rata tak luput dr bibirnya..kmi mulai brkeringat lg krna intensitas gerakan liat kami..aku mengeram nikmat..sskali melihat wjah tmpannya yg skrg tengah buas melahap..menjilat dan mengulum kontol kudaku..tak pduli lg kpan dia melepas celanaku..bibir merahnya tmpak indh saat kntolku yg tegang perkasa memenuhinya..wajahnya pun tmpak merah dan basah penuh kringat,otot tbuhnya brkilat2 tmpak indah..aaggh…sial..aku smkin ga tahan krna sdtan bibirnya..aku angkat kplanya,kmi ciuman..dan kubawa bdannya ke kasur..dada indah yg kukagumi skrg tengah kunikmati,kujilat..remas..makin ke bwh..perut sixpact yg ditmbuhi blu halus aku jilati..dia mengeram dilanda kenikmatan,kupelorotkan celana dan cdnya..omg..kontol yg besar dia 4.5cm dan pnjang 20cm menjulang penuh urat disekitanya..dgn peler yg kokoh menyangga tmpak jantan..aku sgt menikmati saat dia menggelinjang saat aku mengulum pelan..ah..nikmat bgt kontolnya..bau khasnya mmbuat aku makin liar..sprei mulai basah olh kringat kami br2..mas gagah bangkit..kami kmbali ciuman slg lumat..slg peluk..kmdian dia mdorong tbuhku ke meja..tbuhku menelungkup..aku th apa yg dia inginkan..ga brapa lama..aku mrsakan sesuatu gel yg dingin di pantatku..dan berikutnya..sesuatu yg sangat bsr susah payah menembusnya..aku meringis sakit saat kpalanya mulai masuk..n kmudian kontol kuda jntan itu tlh brsarang di anusku…sakit skali..aku bru prtama kali disodomi..tp aku ga akan pnh menolak jika seorang polisi brimob brtubuh kekar dan brwajah tmpan ini yg melakukannya..bhan aku memang ingin..bbrapa saat kmdian..dia mulai mggerakan maju mundur..mkin lma mkin cpt..ruangan itu pnh dgn erangan nikmat kami brdua..agh..agh..kayak mimpi aja..gerakan tbuhnya makin cpt..trasa mkin nikmat..tgan kekarnya memegang bahu kekar dan pinggangku ga lama dia melepas kntolnya..kmdian dia mmbalik tbuh kekarku spti sbuah buku,begitu mudah..diangkatnya pahaku dan dimasukkannya lg kontolnya kdlm pantat mntokku..tak ada lg rasa sakit..hanya nikmat yg ada..aku suka sekali xpresi wajahnya saat itu..matanya..bibirnya yg menyungging..dada nya yg makin tmpak kekar krna bsah olh kringat..tgan kiriku mbelai dadanya..smtara tgn knanku,mgocok kntolku yg tegang tak klh bsr drnya…”aagh..enak bgt pantatmu Gus..”.aagh..sy mau keluar Gus..keluarin di dalam ya…”ya mas..ke..lua..rin aja..tp aku be..lum..ke lu..ar”jwbku terbata2 krna hntakan tbuhnya..Croot..croot..pantatku trasa hngat dan bsah..mas Gagah..menahan nafas n suaranya..kmdian brhnti..dia mgtur nafas..”km blm keluar Gus?posisi kntolnya msh di dlm pantatku..”ganti aku yg fuck mas ya?”tnyaku setengah brani..dia ga jwb..aku jd tkt..ga lama dia cabut kntolnya dan skrg dia nungging dismpingku”ayo..giliranmu.”aku sgra bgkit dan kontolku yg udh sgt tegang kuarahkan ke pantatnya..tdk brapa susah Tp lumayan smpit..aku dengar erangan ksakitan “sakit mas?”ga papa,lnjut aja Gus,sy suka”jwbnya..aku mulai mggoyang pantatnya..ah sempit juga..kntolku terasa dijepit nikmat,smbil kuraba2 punggung kekarnya..dan pantat sexy yg selama ini kukagumi kini sdg kunikmati.mas Gagah udh mulai mengerang keenakan sepertiku..aagh aagh..nikmat bgt mas..hentakan keras pinggulku membuat tubuhnya ikut mju mundur..meja pun ikut brderit derit krna lengan kekar yg brtumpu pdnya”enak bgt Gus..ayo gus..trus..aagh..aagh”..aku makin liar memompa kontolku di pantatnya..makin cepat..kutengok ke cermin..sungguh pemandangan luar biasa..2 pria kekar dan tampan sdg slg sodomi..”bn..tar gus..aku ganti po..sisi..”dia membalik bdan brbaring diatas meja..kuangkat kdua kakinya dan dia menyambt dgn mmgang pahanya,kuarahkan lg rudal besar yg sdh tak sbr menuju sarangnya..lbh mudah skrg..aku bisa lbh leluasa diatas tbuhnya..kdua lgan mas Gagah meraba rba punggungku..dan trun ke pntatku..gerakannya spti brkata..”ayo gus,masukkan lbh dalam lg..ayo,” kunikmati lehernya..dada kami brsntuhan..basah kuyup..ga brapa lama..aku dgr erangannya smbl mnhan nafas,lalu aku rasakan cairan hangat di perutku..trnyata mas gagah keluar lg..oh..dia sgt menikmati prmainan ini..aku angkat bdanku dan posisiku skrg berdiri..kntolku msh saja keras brsarang di pantatnya..aku msh blm bisa pcya..bisa menikmati tubuh indah seorang Bripka Gagah..di dinding itu tmpak foto pria tmpan brseragam lngkap dgn senapan di tgn..pria itu yg skrg sdg kuentot dgn sgt buas..grkanku mkin kncang mmpa pntatnya n croot..croot..croot..crot..ntar brapa byk..tak trhitung lg..tmpahlah smua kbhagianku skrg..bgt byk..bgt nikmat..spti tak pnh hbs knikmatan itu..aku mengatur nafas..kubaringkan tbhku di atas tbuhnya..”gila..dahsyat bgt km Gus..ga sia2 usahaku..bru kali ini aku kalah smpai 2x..nikmat bgt”oh..trnyata smua ini sngaja untk memancingku..tp aku senang..aku trsenyum puas..kucium bibirnya sbg tanda trma ksh..aku bangkit dan kucabut kntolku yg mulai lemas..mas gagah bgkit..dia mmlukku dr blkg..mesra..jari2nya yg besar meremas dada bidangku,kami trsenyum ke cermin..”mandi yuk”..”bntar..kapan kt maen lg..?”ktnya brbisik “aku suka permainanmu,lain kali ajak Rizal ya.dia pasti ketagihan dientot kontolmu..”..hah.,aku cukup kaget mendengarnya..jadi..”ya,Rizal partnerku..setelah semua anggota kucoba..cuma dia yg paling hot..tp msh kalah sm kamu Gus.”..”jadi anggota mas?”..iya,mrka smua homo,bahkan Hendri walaupun udh branak istri masih suka difuck,.bahkan kami be5 prnah menggilir pantatnya..ga heran juga liat bpak itu suka difuck..trnyata nikmat bgt..”omg..trnyta aku sdg brada di surga ..rasanya ga percaya..tp ini trjadi..serdadu2 yg nmpak garang trnyata juga doyan dientot..ha ha..aku trsenyum..aku yakin mlm jg ikut trsenyum.pasti akan banyak lg pengalaman seru dgn serdadu2 itu..Rizal.. Hendri..im..cumming