Tampilkan postingan dengan label om om. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label om om. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

Ternyata Ayahku Gay

Waktu kecil sungguh adalah masa yang sangat membahagiakan bagiku. Limpahan kasih sayang kurasakan dari orangtuaku. Pun secara materi, kami juga tidak kekurangan, hingga seringkali aku dihadiahi mainan2 yang membuatku merasa anak paling beruntung di dunia ini. Kasih sayang yang kuterima bertambah komplit, karena aku merupakan cucu pertama, maka ke dua kakek nenekupun sangat memanjakanku.

Kebagian yang kuterima lambat laun kurasa berkurang. Saat usiaku sikitar 10 tahun, ibuku makin jarang di rumah karena kesibukanya. Tetapi ayahku, yang membuka toko dirumah, selalu mencoba menghiburku. Ya, ayah bagiku adalah sosok paling sempurna di mataku, beliau selalu ada jika aku butuhkan, aku seperti tak berdaya jika tak ada ayah. Walau menurut orang lain, ayah terlalu santun dan lembut untuk ukuran seorang lelaki, tapi bagiku beliau adalah segalanya. Ketidak hadiran ibu yang makin sering, dengan alasan pekerjaan, tak berpengaruh banyak bagiku, walau aku merasa sedikit terabaiakan.

Belakangan, seringnya ibuku sibuk, kerap membuat orang tuaku bertengkar. Walau ayah selalu membawa ibu ke kamar jika mereka beradu mulut, tapi aku mengetahui bahwa mereka ada masalah. Kadang aku merasa kasihan terhadap ayah, beliau selalu mengalah, jika ibu ada di rumah, ibuku bak seorang ratu yang terus dilayani oleh ayahku. Bahkan untuk mengambil air minumpun, kadang ibu menyuruh ayah. Sesekali aku suka merasa jengkel terhadap ibu. Tapi kepadaku, ibu juga selalu lembut dan tidak pernah marah meski ibu sedang kesal terhadap ayah.

Akhirnya, di usiaku yang 12 tahun lebih, mereka memutuskan untuk berpisah, aku ingat betul waktu itu ibu baru pulang, karena memang sudah sekitar 3 bulan ibu memutuskan diam di rumah orang tuanya dulu. Sore itu mereka memanggilku, mereka tidak mengatakan cerai, tetapi akan tinggal terpisah. Mereka mengijinkan aku untuk tinggal dimanapun kalau aku suka. Tak lebih dari seminggu, ayah meninggalkan rumah, pindah kerumah kontrakan, untuk sementara. Disana ayah kembali membuka toko. Sedang rumah yang kami tinggali, mereka akan jual. Ibu kemudian pindah kerumah nenek. saat itu, aku bingung, tapi karena sekolahku lebih dekat ke rumah nenek, aku jadi ikut ibuku untuk sementara.

Saat itu, merupakan mimpi buruk bagiku, hal yang tak pernah aku bayangkan sama sekali, ketika aku bertanya kepada ibuku, kenapa mereka tinggal terpisah, ibu hanya bilang suatu saat aku pasti mengerti, karena mereka sudah tidak ada kecocokan. Ayahku sendiri selalu mengajaku bicara. Menyakan perasaanku ketika itu. Beliau berusaha supaya aku tidak merasa menjadi korban.

"mungkin ayah menyesali senua yang terjadi, tapi satu hal yang tak pernah ayah sesali dalam hidup ayah, yaitu, ayah mempunyai kamu, kamulah harta ayah yang paling berharga”. Begitu kata ayah ketika dia pertama kalinya membawaku ke rumah barunya. Saat itu ayah terus memeluku, dan kulihat matanya merah. Mata ayah memang sudah seminggu ini sembab. Jika ditanya, ayah hanya merasa bersalah terhadapku. Kata-kata ayah itu selalu aku ingat dan membuatku kuat.

Aku tahu bahwa mereka dijodohkan oleh orang tua. Tapi kulihat mereka cocok dan bahagia. Walau ibuku lebih dominan. Waktu itu aku bertanya dalam hati, apa benar rumor tetangga yang mengatakan ibuku mempunyai kekasih lain. Pertanyaan itu terus berkecamuk di kepala.

Hari pertama tinggal dirumah nenek, sungguh membuatku tersiksa, pagi hari, ibu membangunkanku, biasanya ayah yang melakukanya. Dengan langkah terseret aku berjalan menuju kamar mandi. Biasanya jika aku malas, ayah yang mengendongku, bahkan memandikanku. Ya, ayah tak jarang memandikanku, meski usiaku bukan anak balita lagi. Ayah memang selalu melakukanya jika aku malas mandi. Jika bujukanya tidak mempan, beliau akan mengendongku, dan mau tak mau aku mandi.

Hari itu, aku langsung ke rumah ayah, dan mengadu tentang kejengkelanku.
“ya sudah, tak baik kalau selalu mengeluh, disini dulu aja, nanti sore ayah antar pulang.” katanya. Hari sabtu pertama perceraian mereka, aku langsung menginap dirumah ayah. Ayah bersikap seolah tak terjadi apapun. Sore hari aku bahkan dimandikanya.
"kamu kan sudah besar, harus belajar mandiri” kata ayah waktu itu.

Dan selang beberapa bulan, saat kurasakan burungku mulai gatal dan kemudian aku mengalami mimpi basah, aku tak ragu membicarakanya kepada ayah, karena kami sudah berjanji untuk saling terbuka dan tak boleh ada rahasia. Ayah bicara lembut sambil membelai rambutku.
“nah, bearti kamu sudah besar, sudah baligh, jadi harus hati-hati dalam bergaul.” katanya.
Meski begitu, sifatku tetap saja manja. Selain itu banyak Sifatku yang kata sebagian orang banyak sekali mirip ayahku.

Akhirnya kira-kira setahun setelah mereka berpisah, tak sengaja aku melihat ibu berjalan dengan seorang pria yang usianya mungkin sama dengan ibu. Saat itu aku melihat mereka didalam mobil. Amarahku langsung mendidih, inikah jawaban atas semua pertanyaan ku, ternyata benar, selama ini ibu merasa kurang mendapat materi dari ayah, itu yang kufikirkan saat itu. Waktu itu, aku langsung ke rumah ayah, dan berdian diri di kamar.
“ada apa, dari tadi gak makan?" kata ayah.
Ayah sampai menelpon ibu dan bilang aku akan menginap setelah aku bilang ke ayah tak mau pulang. Ayah terus membelaiaku, akhirnya aku bercerita tentang apa yang ayah lihat.
“Yud, ayah dan ibu sebenarnya sudah bercerai, jadi ibu berhak mendapat yang lebih baik, bukan salah ibu, itu sudah diatur Tuhan” itu kata-kata ayah, selain kata-kata lainya yang diucapakan ayah, guna memberi pengertian terhadapku. Akhirnya, akupun sedikit luluh, saat ayah menyuapiku didalam kamar.
“ayah juga harus cari istri, buat urus ayah” kataku.
“kalau ayah masih lebih suka sendiri, lagian nanti takut gak cocok sama kamu, mending kosentrasi cari uang buat sekolah kamu nanti". Begitu kata ayah waktu itu.
”apa ayah gak kesapian?" tanyaku.
“kan ada kamu” kata ayah.
“hayo mandi, ayah juga mau mandi, dah mau maghrib” kata ayah.
Sore itu, dengan rasa sayang dan iba terhadap ayah, aku mengosok punggung ayah, hal yang bukan pertama kalinya aku lakukan, tapi saat itu, aku benar-benar merasa sangat sedih.
“kok ngelamun, cepat gosokinya, ayah keburu dingin, nanti kamu juga masuk angin” kata ayah.

Perlahan, aku mencoba untuk tidak selalu mengingat perpisahan orang tuaku, ayah menyuruhku untuk giat belajar, daripada mengingat kejadian buruk dalam hidup. Ayah malah menyuruhku untuk meminta pendapat orang lain, sebagai bahan pertimbangan jika aku ada masalah. Dan biasanya aku bertukar pendapat dengan sahabatku, Amir, yang setahun lebih tua dariku. Kebetulan orang tua Amir juga bercerai, bahkan semenjak Amir kelas 3 SD. Ayahnya yang keturunan arab, sudah meninggalkan ibunya demi wanita lain.
”kamu masih lebih beruntung, keluarga kamu semuanya menyanyangi kamu" kata Amir, yang mulai akrab denganku sejak aku ikut pramuka, walau akhirnya aku tidak melanjutkanya.

Dan akhirnya kira-kira tahun kedua perceraian ayah, terjadi hal yang diluar nalarku, hal yang akhirnya mengubah jalan dan pandangan aku akan hidup ini.

Pagi itu, ayah menelponku dan mengingatkanku untuk sekolah, dia malah menanyakanku apa akan datang kerumah, aku bilang tidak. Tapi pagi itu jam pertama dan keduaku gurunya tidak ada, entah fikiran apa yang terbersit, aku akhirnya pulang tanpa ijin. Asalnya aku mau pulang kerumah, tapi kira-kira jam 8 lebih, aku akhirnya memutuskan kerumah ayah. Saat sampai, kulihat toko ayah masih tutup, padahal waktu sudah jam 9 lebih. Aku akhirnya membuka pagar, dan kulihat di belakang toko, tersembunyi ada becak. Aku sempat heran, mungkin ayah dibelakang, fikirku, saat itu kulihat keanehan lain, tirai jendela tertutup setengah. Akhirnya dengan melewati celah sempit samping rumah, aku berjalan pelan, hendak aku panggil dari dekat kamar ayah, fikirku saat itu.

Tapi saat mendekati kamarnya, aku samar mendengar orang cekikikan, akhirnya pelan aku dekati jendela kamar ayah, yang letaknya memang paling belakang.
“kamu kangen ya?" kata ayah.
“iya mas” kata orang menjawab, yang bikin aku kaget, yang menjawab suaranya seorang pria, sedang ayah suaranya sedikit dimanja-manjakan. Rasa penasaran menyelimutiku, pelan-pelan, aku mendekati jendela, dan mengintip di balik celah tirai. Sungguh, pemandangan yang sangat tak biasa aku saksikan, saat itu seorang pria yang kebetulan aku kenal, sedang berdiri bertelanjang dada, dan mengenakan celana training. Yang menjijikan, ayah tengah asyik mengulum putting susu pria yang aku kenal sebagi tukang becak yang kadang mengantar ayah belanja. Sebut saja Bejo, pria berusia sekitar 27 tahun itu, aku bahkan mengenalnya, karena pernah beberapa kali bertemu, bahkan aku tahu kira-kira 8 bulan lalu, ayah meminjamkan uang untuk pernikahanya.

Ayah seperti bukan yang aku kenal, dia seperti seorang yang kelaparan dan terus menjilati tubuh kelam mas Bejo, tubuh yang urat-uratnya seperti mau keluar itu, bagai mainan bagi ayah. Bahkan tak lama kemudian, ayah menurunkan celana mas Bejo, dan tanpa ragu langsung mengulum kontol mas Bejo, kulihat mas Bejo hanya memejamkan matanya.
“enak mana sama istrimu” kata ayah manja.
“enak hisapan mas” kata Bejo, seperti seorang penjilat yang berusaha menyenangkan ayah.
Tak lama ayah membuka sekuruh pakainya, saat itu mas Bejo juga menurunkan celanaya. Dan untuk pertam kalinya, aku melihat kontol ayah yang tegang. Padahal selama ini, meski kadang mandi bersama, tak pernah sekalipun aku melihat kemaluan ayah berdiri seperti itu. Mas Bejo langsung berbaring dan ayah kembali mengulum kontol mas Bejo, aku sebenarnya ingin pergi, tapi entah, kakiku kurasakan berat sekali. Sesaat kemudian, ayah naik diatas tubuh mas Bejo, perlahan dia mengoleskan sesuatu di kontol mas Bejo, kembali aku terbelalak, dari belakang dapat kulihat ayah berusaha memasukan kontol mas Bejo, dan tak berapa lama, kontol itu dengan mudah masuk ke pantat ayah. Kulihat ayah mengerakan pinggul, persis wanita yang ada di film, yang aku tonton secara sembunyi-sembunyi bersama Amir.

Melihat itu, aku seperti bukan melihat ayah, tapi melihat orang asing, tak lama, ayah bergeser kesamping dan nungging, mas Bejo seperti sudah tahu, langsung menancapkan kontolnya dan mengenjot ayah sambil memegang erat pinggang ayah. Satu tanganya kulihat mengocok kontol ayah, adegan itu terus kusaksikan, sampai akhirnya ayahku mengambil baju miliknya dan menutup kemaluanya, dari mulutnya keluar kata-kata.
“ahh, enak, enak”. Sesaat kemudian, mas Bejo pun mendesah hebat, hingga tubuhnya tersungkur di punggung ayah. Aku cepat-cepat pergi, dengan beribu fikiran di benakku.

Sejak kejadian itu, hampir seminngu aku tak ke rumah ayah, dan itu tentu saja membuat ayahku terus menelponku. Akhirnya aku fikir, nanti ayah curiga. Jadi aku kemudian datang.
Ayah langsung percaya saat kubilang "gak enak badan, jadi gak kemana-kamana takut sakit”. Tapi sesekali dia menanyaiku tentang aku yang sesekali terlihat melamun. Aku bahkan sedikit menolak waktu diajak mandi bareng.
“aku kan dah besar, mau belajar mandiri” kataku. Ayah sangat senang mendengar itu, walau tiap malam dia tetap berusaha mengeloni aku. Akhirnya sejak kejadian pertama itu, aku beberapa kali berusaha datang pagi jika ada waktu bebas, tapi tak pernah kupergoki ayahku lagi, sampai akhirnya, kira-kira 3 bulan kemudian, aku kembali mengintip dia bersama lelaki muda lain yang aku tak kenal, tak sampai 3 minggu, giliran mas Bejo kembali yang aku lihat mengagauli ayahku.

Dan kemudian, suatu hari, aku sengaja memancing ayah berbicara. Malam itu, aku sudah dikamar ayahku menyaksikan tv.
“yah, boleh tanya gak? apa ayah waktu nikah sama ibu masih perjaka?" kataku.
“iya" mang kenapa.
“gak, temanku cerita, dia sudah gak perjaka” kataku.
“oh ya, tapi kamu masih kan?" kata ayah.
“iya”.
“tapi yah, gimana kalau aku gak kuat nahan, dan kebabaslan” tanyaku.
“ya, mudah-mudahan jangan, nanti berabe kalau wanitanya hamil, mang dah punya pacar ya?" kata ayah.
“ada sih ya yang aku taksir, cantik” kataku berbohong.
“iya, tapi hati2-hati ya, jangan berdua-dua aja” kata ayah.
“tapi gimana ya yah, kan kadang nafsu seringnya gak bisa dikendaliin?" tanyaku.
“ya iyah, susah juga” kata ayah.
“temenku banyaknya bilang onani aja" kataku.
“oh, mungkin lebih baik dari pada main perempuan?" kata ayah.
"bahaya gak sih yah kalau kebanyakan onani” kataku.
“kan dulu ayah bilang, biasanya perasaan bersalah aja yang timbul, mang kenapa sih nanya-nanya gitu, kamu dah mulai onani ya?" kata ayah.
“gak kok yah” jawabku.

Aku tahu ayah pasti tidak percaya, dia kulihat hanya senyum. Pernah suatu kali ayah bertanya kenapa aku lama di kamar mandi, aku berbohong kencing. Tapi ayah senyum saat memakaikan celana dalam dan melihat kontolku merah.
“kalau nyabunin burung, jangan kenceng, nanti perih, pelan-pelan aja” kata ayah waktu itu, aku hanya senyum.
“soalnya aku suka diledek terlalu kalem yah, jadinya aku berusaha punya pacar” kataku.
“ya, jangan alasannya itu, alasan harus cinta, supaya langgeng” kata ayah.
“nanti kaya ayah ya, kan dijodohin, jadi gak cinta bener” kataku.
“gak juga” kata ayah sambil mencubit pinggangku.
“yah, ada anak SMA, ngajak kenalan, tapi cowok, terus mau kasih-kasih hadiah gitu, aku gak mau, kata teman-teman jangan-jangan dia homo” kataku.
“iya, kamu harus hati, tapi ingat, kamu jangan sampai memperlihatkan ketidaksukaan kamu, kan gak ada orang yang mau jadi homo” kata ayah.

Aku agak tertegun mendengar jawaban ayah, kalau gak ada yang mau, kenapa ayahku homo.
“lalu kenapa dia jadi homo” tanyaku.
“banyak faktor, ada bawaan, salah gaul, coba-coba” kata ayah,
“dulu aku ada yang ngeledek gitu juga ya, gara-gara akrabnya sama Amir, jadinya males lagi pramuka” kataku.
“yang ledek jangan didengerin” kata ayah.
“kalau aku homo, ayah gimana?" tanyaku.
“wah, jangan sampai, tapi apaun kamu, kamu tetap anak ayah dan ayah akan selau sayang sama kamu."
Entah, ayah selau bijak dalam menjawab, tapi ketika bersama pria, kulihat ayah seperti seorang gadis dilanda cinta, aku jadi bingung.

Hal-hal yang kusaksikan pada ayah, membuatku terus melamun, sesekali, bayangan badan mas Bejo, yang berotot, dan berkontol besar, kadang menganggu fikiranku. Meski akhirnya aku mempunyai pacar wanita cantik, tapi disisi lain, bayangan pria yang menyetubuhi ayah, atau bayangan wajah ayah yang sepertinya melambung ke angkasa kadang selalu terlintas. Hingga akhirnya, rasa penasaranku mengalahkan segalanya. Hari itu aku sengaja menyakan Amir tentang kaset, meski dia telah ke SMA, tapi kami tetap berhubungan baik.
“ada nanti kerumah aja" kata Amir siang itu.

Akhirnya sore hari, aku main ke tempatnya.
“ibu kamu ke mana?" tanyaku.
“biasa, jam 8 malam baru pulang" kata Amir.

Akhirnya kamipun menyaksikan adegan demi adegan. Biasanya kami hanya diam dan menonton tanpa membahas. Tapi saat itu aku bertanya kepadanya.
“duh, gimana ya rasanya di isap gitu?" kataku.
“iya” kata Amir.
“Mir kamu bangun gak?" tanyaku.
Amir mengangguk,
"aku juga." kataku. “arab katanya gede ya?" kataku.
“ah, biasa aja, tapi bulunya mayan banyak, sejak 6 SD, aku dah berbulu” katanya.
“aku sih sekarang aja masih jarang."
“liat coba” kata Amir.
“tapi kamu dulu aku liat” kataku.

Amir akhirnya membuka seletingnya, perasaanku saat itu campur aduk, dan benar saja, kontol Amir ternyata diatas rata-rata anak SMA, dengan sedikit melengkung bagian atas dan batang lebih lebar.
“aku mah kecil” kataku.
“mana?" kata Amir melihat kearah kontolku, perlahan akupun membukanya. Itulah, selama ini kalau nonton saling diam.
”ah, mayan juga, lurus lagi" kata Amir. Tiba-tiba Amir meraba kontolku. Akupun melakukan hal yang sama, kami saling cekikikan.
“dah pernah ma cewek?" kataku.
“belum lah, takut hamil”. Aku mengangguk.
“berani gak ngisap” kataku.
“berani, asal kamu juga, aku kan belum pernah ”kata Amir.
“tapi kamu duluan” kataku.

Akhirnya perlahan Amir mendekatkan mulutnya, aku antusias, malah celananya makin lebar ku buka. Kurasakan nikmat saat Amir mengulumnya, walau hanya gerakan ringan naik turun mulut, kemudian Amir berhenti.
“aku sekarang” kata Amir.
Akupun melakukan hal yang sama, juga hanya naik turun mulut dan sebentar.
“ih, rasanya aneh” kataku, dan kurasakan ada bulu nyangkut di gigiku, Amir mengangguk dan tersenyum.
“lagi yuk, tapi bareng” kata Amir, aku mengangguk, akhirnya pelan tapi pasti, kamipun saling mengulum kontol, sampai akhirnya kurasakan ada aliran yang akan keluar.
“aku mau keluar” kataku dengan nafas terengah. Amir cepat mengambil handuk, lalu, ahh, ahh, spermaku kutumpahkan di handuk. Kulihat Amir mengocok kepala kontolnya, tak lama diapun mengambil handuk yang sama, akhirnya ahh ahh, sperma ami kulihat tumpah, jauh lebih banyak, malah kulihat urat-uratnya sampai seperti mau keluat saat kepala kontol Amir kembang kempis.
“enak ya, tapi janji, jangan bilang siapa-siapa ya?" katanya, aku mengangguk.

3 hari kemudian, kami mengulanginya, bahkan kami berani saling mengisap payudara, saat itu aku berfikir, inikah yang ayah rasakan. Usiaku belum lima belas, tapi aku mulai memahami nikmatnya bercinta dengan sesama. Lebih gilanya, hati kecilku berkata, aku ingin bercerita kepada ayah, hal yang selalu aku lakukan jika mengalami sesuatu, bahkan mimpi basahpun aku berani cerita, tapi apakah untuk hal ini aku berani, aku mungkin akan di kira ayahku gila.

Tapi akhirnya, akupun mencobanya, biar ayah fikir aku gila. Malam itu, aku tidur dikamar ayah, hawa sedikit panas, aku membuka bajuku dan hanya mengenakan boxer tanpa celana dalam. Kupeluk ayah dari belakang, akupun bersikap tenang dan berusaha jail seperti dahulu waktu kecil. Kuraba-raba perut ayah.
“kamu ya, becanda aja” kata ayah.
”sana pake baju, nanti masuk angin” kata ayah.
“panas gini" kataku.
Pelan, aku mulai meraba bagian pusar ayah.
“yah, burung ayah kalau bangun gede ga?" kataku.
"ya biasa aja, kamu bukan dah liat” kata ayah, kemudian berbalik menghadapku, lalu dia menarik tanganku dan meletakanya dipinggangya.
“belum kalau bangun, soalnya tidur melulu” kataku.
“mang gak bisa bangun ya yah” kataku.
“bisa, tapi harus sama cewek” kata ayah.
"kalau sama aku dipegang, bangun gak?" kataku.
“ya gak lah, anak sendiri masa bangun” kata ayah.
”aneh, ada apa nih, hayo cerita” kata ayah, aku asalnya menolak, tapi bujukan ayah kembali menenagkanku.
“tapi ayah jangan marah” kataku, dia mengangguk.

“aku dipegang-pegang orang yah, jadi keluar” kataku. Ayahku sedikit kaget, tapi kulihat dia tenang kembali.
"Cuma dipegang aja kan?" katanya, aku mengangguk.
“siapa, pacar kamu?" tanyanya,
”hati-hati, awalnya megang, lama-lama kebablasan” sambung ayah.
“bukan yah, teman sekelas, cowok, waktu kemarin renang” kataku bohong.
“wah, hati-hati, nanti melakukan lagi, lama-lama, kami jadi lebih jauh sama cowok” kata ayah. “ayah marah ya?" kataku.
“gak, tapi hati-hati aja, kan kamu takut jadi homo” kata ayah.
“kalau aku homo, ayah pasti gak ngaku anak lagi ya?" tanyaku.
“jangan ngomong ngelantur ah, ayah akan selau sayang, tapi jangan jadi homo ya?" katanya.
“mang napa ya?" kataku.
“kan dilarang agama” kata ayah.

Aku sempat diam, tapi kemudian kupeluk ayahku.
”yah, kok aku jadi bangun ya?" tanyaku sambil kukeluarkan kontolku.
“ih nih anak, masukin, mana bulunya dah hitam lagi, malu dong” kata Ayah.
“aku ma ayah gak malu, kan kata ayah kalau ada apa-apa ayah ingin ayah yang pertama tahu." kataku.
“iya, makasih ya dah jujur, mudah-maudahan seterusnya kamu tetap terbuka sama ayah” kataku.
“tapi ayah terbuka juga gak ma aku” kataku.
Kesempatan fikirku waktu itu.
”ya iya, mana ayah ada rahasia” kata ayah.
“coba jujur, apa ayah benar-benar cinta ibu?" kataku.

"kalu jujur, kamu marah gak?" kata ayah.
"aku janji gak akan marah apapun yang ayah ceritakan” kataku.
“ayah sebenarnya tidak begitu cinta, tapi ayah gak tega menolak keinginan orang tua” kata ayah.
“lalu ayah kenapa mau dinikahkan” kataku.
“ayah hanya ingin menjadi anak baik, karena selama ini hidup ayah penuh dosa” kata ayah.
“maksud ayah” tanyaku.
“ya iya, ayah belum bisa balas kebaikan orang tua, jadi ayah merasa dosa” kata ayah.

Aku tahu bahwa ayah sedikit berbohong juga.
“ada satu lagi, tapi ayah jangan marah, dan akupun gak akan marah dan akan berusaha memahami ayah” kataku,
”maksud kamu” kata ayah bengong sambil membelai rambutku.
“aku pernah ngintip ayah sama mas Bejo” kataku. Kulihat muka ayah merah.
"kamu” kata ayah.
“aku gak sengaja, tapi aku gak akan marah kok yah” kataku.
Kami akhirnya diam, entah, aku hanya menunggu ayah bicara. Tapi dia terus diam, malah memandang langit-langit dan tak berani melihatku, kulihat sudut matanya mengeluarkan air mata.
“ayah jangan nangis, mungkin sebaiknya aku tadi tak bilang."
“gakpapa, ayah malah aneh, merasa lega, tak menyangka kamu sedewasa itu, maafkan ayahmu yang bejat ini ya?" kataku.
“aku juga dah sedikit bejat yah, hehehe" kataku.

“maksud kamu, pasti kamu gak hanya megang” kata ayah mendelik.
“sumpah yah, cuma onani bareng, tapi kemudian megang punya teman." kataku berbohong.
“sama siapa?" kata ayah.
“nanti kalau sudah siap pasti aku kasih tahu” kataku.
“ah, paling Amir” kata ayah.
“ada deh" kataku.
Aku kembali memeluk ayah, sesekali aku iseng merba kontol ayah.
“kamu benar baru megang-megang aja?" tanya ayah lagi.
“bener yah, sebenarnya kan ayah bilang, apapun ayah harus yang pertama tahu, asalnya aku malah ingin ayah yang onanin, tapi pasti ayah sangka aku gila” kataku.
“iya, nanti ayah dikira ayah bejat dan gila"
“tapi yah, kalau aku sih, lebih baik tahu dari ayah dulu dari pada orang lain” kataku.
“maksud kamu ayah yang nyabunin ini kamu” kata ayah sambil meremas kontolku. Aku mengangguk.
“saraf kamu ya?" katanya tertawa.
“kan turunan ayah” kataku.
"yah, mas Bejo kontolnya gede ya? apa aku bisa segede itu nanti” kataku.
“kamu kan masih numbuh, pasti bisa, sekarang aja gede mau ngalahin ayah” kata ayah .
”masa” kataku sambil meraba-raba daerah kemaluan ayah.
“ayah jangan marah yah kalau aku jujur dan gila” kataku.
“gak lah, semuanya juga mungkin karena ayah juga" kata ayah.
“aku sebenarnya maunya ayah yang pertama merasakan tubuh aku, atau sebaliknya, aku gak mau orang lain” kataku.
"tapi mana mungkin, kita sedarah, nanti katanya bisa gila” kata ayah.
“gakpapa, kalau gilanya bareng ayah, nanti satu rumah sakit” kataku, ayah tersenyum.
“yah, sebenarnya aku mau tahu yang lain, aku mau tahu rasanya nyodok atau mungkin disodok, tapi sama siapa, sama teman aku gak mau, mereka takutnya dah pernah sama orang lain, masa mereka dapet yang baru aku sisa” kataku.
“terus, maksudnya” tanya ayah.
“ajarin aku yah, sodok aku” kataku pelan.
“kamu ini, mana mungkin” kata ayah sambil meraba rambutku lembut.
“gakpapa, aku rela, aku ingin tahu rasanya” kataku.
Ayah merangkulku.
“ya yah.." kataku.

Ayahku diam, entah, saat itu, itu merupakan tanda dia mengijinkan fikirku saat itu. Tanganku akhirnya kugerakan mencoba mengusap pusar ayah, ayah diam dan hanya senyum, saat tanganku makin masuk, diapun hanya diam.
“ayah marah gak?" tanyaku, dia mengeleng.
Perlahan aku melepaskan celanaku, kulihat kontolku telah berdiri.
“ayah buka juga dong” kataku.

Perlahan ayahku mulai menurunkan celanaya, kaosnya aku yang bantu buka, kami akhirnya telanjang bulat, kami sempat cekikikan.
“ayah gak tega” kata ayah.
“gakpapa yah” kataku.
“terus habis gini ngapain” kata ayah.
“kok ayah yang tanya?" kataku sambil berbaring diatas tubuh ayah.

Tiba-tiba, saat kontolku berdempetan dengan kontol ayah, kurasakan kontolnya bergerak.
“ih, katanya gak bisa bangun” kataku. Ayah hanya tersenyum.
“kamu sudah besar ya, ayah gak merhatiin, burungnya gede juga" kata ayah.
“ayah mau? boleh” kataku, aku kemudian menyuruh ayah tengkurap, aku lalu memijat punggung ayah.
“ayah, lotionya ditaruh di mana?" kataku.
“ayah menunjuk lemari” aku membuka lacinya.
"kok kamu tahu" kata ayah.
“ngintip ayahnya kan bukan sekali, tapi ayah kok orangnya item-item” kataku.
“dasar” kata ayah.

Saat aku mengoleskan lotion di kontolku dan kemudian menganjal perut bawah ayah. Ayah sempat berkata.
“Yud, mending jangan, kita dah terlanjur jauh, ayah gak mau kamu jadi rusak” kata ayah.
“kalau gak sama ayah juga, nanti rusak ma orang, kalu mau rusak, rusak aja yah” kataku.
Akhirnya ayah diam. Ayah menyuruhku mematikan lampu, hanya ada cahaya samar-samar dari luar kamar. Saat perlahan aku mulai memasukan kontolku ke pantat ayah, kulihat ayah hanya memejamkan mata sambil terus tertelungkup, perlahan aku mulai memaju mundurkan kontolku, sesekali keluar kata ahhh dari mulutnya.

Hanya kira-kira 15 menit, aku mengenjotkan kontolku di lubang pantat ayah.
“yah aku mau keluar” kataku.
Ayah kemudian bergerak, hingga kontolku lepas, dia kemudian menghadap kontolku.
“keluarinya di mulut ayah” katanya.
“ayah gak jijik” kataku.
“gak, ayah mau jadi yang pertama menelan sperma anak sendiri."
Akhirnya kuraskan ayah menghisap kontolku, lembut, tapi kuat dan nikmat, akhinya akupun meregang dengan tangan ayah mendekap pantatku. Perlahan kuperhatikan kontol ayahpun sudah memerah, aku lalu menghisapnya walau ayah awalnya menolak, tapi kemudian, dia hanya bisa meremas kepalaku lembut. Diapun kemudian menumpahkan spermanya, tapi diatas bantal.
“jangan Yud, jangan dimulut kamu, ayahkan sudah sering keluar” kata ayah.

Sejak itu, sesekali kami mengulangnya, bahkan kemudian, ayah yang pertama menyodomiku, walau dia terus terang berkata, tidak suka, lebih suka menjadi yang di sodomi. Aku sendiri akhirnya melakukanya dengan Amir. Amir menjadi korban pertama kontolku, dia yang memang belum pernah dan tak suka di sodomi, terpaksa mau melakukanya jika aku minta, karena kesepakan kami yang harus menerima satu sama lain, walau akhirnyai aku kemudian menjadi lebih banyak di sodok Amir. Bahkan bersama ayah, aku membuat sebuah kesepakantan. Aku membawa Amir ke rumah, saat dia menyodomiku, ayah yang berpura-pura tak di rumah, mengintipku, begitu juga ayah, jika ada mas Bejo atau yang lain, tanpa sepengetahuan mereka aku mengintipnya. Bahkan ketika Amir memperkenalkan dengan teman arabnya, yang berkontol jauh lebih besar dari mas Bejo, tapi usianya lebih muda, dan berbulu sangat banyak. Ayah dengan diam-diam menyaksikan anak kesayanganya di gempur oleh 2 orang pria. Ayah sendiri menyukai teman Amir, tapi kesepakatan kami untuk tidak saling membuka kebobrokan kami, membuat ayah hanya bisa meniru adegan kami dengan orang lain.

Aku sedikit lebih beruntung di banding ayah, karena rasa sukaku kepada wanita tetap ada, bahkan aku ingin suatu hari menikah dan berkeluarga

Selasa, 21 Agustus 2012

Om dan Temannya

Setelah kemarin aku sempat orgy party, hari ini aku janjian dengan Om Diemaz. Kenalan ku dari friendster, orang bandung. Om Diemaz lumayan terkenal di friendster, dia selalu ada di friendlist cowok-cowok gay.
Orangnya tidak cakep, tapi mukanya yang sangar membuat dia seperti lelaki tulen, apalagi ditunjang dengan postur tubuh dia yang muscle. Semua orang akan ngiler melihat dadanya yang besar. Aku sudah lama kenal dengan Om Diemaz, tapi kita belum pernah sempet ketemu. Akhirnya liburan di Malang ku ini aku isi dengan wisata syahwat.
Taxi yang aku tumpangi meluncur dari arah Arjosari menuju sebuah hotel di bilangan Blimbing yang kemarin menjadi tempat orgy partyku kemarin. Aku sibuk sms dengan bang Diemaz, dia bilang langsung naik aja kelantai 8, kamar 803. sesampainya di hotel aku langsung mencari kamar Om Diemaz.
Aku mengetuk pintu, lalu seorang lelaki setengah tua membuka pintu, dia hanya mengenakan boxer putih super ketat dan mini menggunakan atasan t-shirt fit body. Kaos yang digunakan memperlihatkan lekuk badannya yang aduhai. Dada berbidang besar menyembul seperti dada atlet binaraga, sedangkan lengannya yang kekar membuat aku pengen dipeluk. “Hallow Rafael, masuk yuk”. Om Diemaz mempersilahkan aku masuk.
Setelah ngobrol kesana kemari, Om Diemaz bilang bahwa dia menunggu temennya yang akan diajak join ML juga. Namun aku sudah tak tahan lagi melihat tubuh kekar Om Diemaz. Tanganku mulai bergerilya, merogoh kontol Om Diemaz yang hanya terbungkus boxer tipis. Aku mulai mengocok dan juga menggerayangi pelernya.
Tangan Om Diemazpun tak mau diem, tangannya juga bergerilya menerobos celanaku. Kontolku yang sudah tegang dari tadi dikocok-kocok. Akupun bereaksi melepas kaos Om Diemaz, aku tak sabar menyerbu dadanya yang tebal. Aku langsung menyosor mengenyot putingnya yang besar-besar. Sementara mulutku ngenyot susu Om Diemaz, tanganku meremas-remas dadnya yang kanan. Aku makin menggila kayak anak yang sudah lama tidak disusuin ibunya. Om Diemazpun membantuku melepas seluruh pakaianku. Akhirnya aku sudah telanjang bulat, boxer Om Diemazpun akhirnya terlepas juga. Kontolnya yang hitam dan tak terlalu besar juga sudah keliatan menegang. Kita berdua sudah berbugil ria. Aku tak bosan-bosannya mengenyot putting Om Diemaz, Om Diemaz mendesah keenakan. Bibirku mulai naik keatas.
Aku cumbu bibir Om Diemaz, lidah kamipun saling bertaut, Om Diemaz memeluk erat tubuhku, kontol kami saling bergesekan. Mulut ini tak mau dilepas, kamu saling memadu nafsu, nafasnya yang terengah-engah membuat aku semakin liar memainkan lidahku dalam mulut Om Diemaz.
Tiba-tiba bel kamar berbunyi. Ting tong……ting tong!!!! Om Diemaz meminta aku menghentikan aksi ciuman kami. Dia lari kearah pintu dan membukakan pintunya. Seorang lelaki setengah tua berperawakan tinggi kekar dan berambut klimis masuk kedalam kamar. Lelaki itu begitu cakep karena keliatan putih dan juga badannya tegap. Mereka berdua berciuman bibir di depan pintu, Om Diemaz yang telanjang bulat menggelendot di pelukan laki-laki itu. Tangan laki-laki itupun mengocok kontol Om Diemaz yang tegang. Mereka mendekat padaku, Om Diemaz mencoba memperkenalkan laki-laki itu padaku. Laki-laki itu mengulurkan tangannya padaku “Zulfikar!!!!!”, ternyata laki-laki itu bernama Zulfikar.
Zulfikar minta ijin mandi dulu, karena dia berkeringat abis main golf. Sementara Zulfikar mandi, aku meneruskan aksiku dengan Om Diemaz. Akupun mulai memainkan lidahku di kontol Om Diemaz. Aku isep kontol itu dengan lahap, aku jilatin dari ujung kepalanya sampai ujung pangkalnya. Kadang aku kenyot kepala kontol Om Diemaz, Om Diemaz mengerang dan mendesah keenakan. Lalu aku turun kebawah menikmati pelernya yang menggelambir kebawah, kantong pelernya sudah keriput karena mungkin factor usia. Aku memasukan pelernya satu per satu kemulutku, lalu aku kulum-kulum. Om Diemaz memberontak kegelian. Lidahku yang nakal tak hanya berhenti disitu, aku mulai turun ke bawah lagi keselangkangannya. Aku mulai menjilatin selangkangan yang hitam itu. Om Diemaz mengerang panjang, dia benar-benar menikmati lidahku yang menari-nari diatas ass holenya.
Tiba-tiba dari arah kamar mandi Zulfikar keluar, aku sempat tertegun melihatnya. Badannya yang tinggi dan putih benar-benar padat dan kekar. Lengannya yang besar dihiasi ketiaknya yang berbulu lebat,dadanya yang atletispun dihiasi putingnya yang ranum. Aku tetap melanjutkan menjilati ass hole Om Diemaz, tiba-tiba Zulfikar mendekatiku dan langsung ngisep kontolku. Dia pelan-pelan memasukan kontolku kemulutnya, dengan lincah dia memainkan lidahnya. Aku mengerang keenakan. Aku tetap focus bermain dengan ass hole Om Diemaz, aku mulai memasukan jari-jariku ke dalam ass hole Om Diemaz. Dia mengerang kesakitan, tiba-tiba Zulfikar naik keatas setelah melepas kontolku. Kini dia sedang bercumbu dengan Om Diemaz. Mulut mereka saling beradu, tangan mereka saling memelintir putting masing-masing. Lalu Om Diemaz menyuruhku memasukan kontolku kedalam ass holenya.
Lubang Om Diemaz aku ludahi beberapa kali, setelah itu kontolku yang sudah mengeras aku arahkan ke bibir ass holenya. Lalu BLESSSSSSSSSSSSSS…………… Kontolku pelan-pelan merojok dalam ass hole Om Diemaz yang sudah longgar. Sementara itu, aku dengar aauuuuman Om Diemaz yang sedang berciuman bibir dengan Zulfikar. Aku mulai maju mundur menggerakan kontolku, Om Diemaz yang tadinya kesakitan, mulai mengerang keenakan. Bahkan dia sudah menggeliat kekanan dan kekiri menikmati goyangan kontolku. Zulfikar mulai turun ke bawah, dia menuju putting Om Diemaz, dia menggigit dan juga menghisap putting Om Diemaz. Om Diemaz teriak kesakitan karena Zulfikar menggigit dengan keras, dia juga meremas-remas buah dada Om Diemaz yang tak kalah besar dgn Julia peres itu. Hehehheehhe
Zulfikar memintaku untuk menghentikan aksiku, dia pengen gentian ngefuck Om Diemaz. Akupun mencabut kontolku dari lobang yang hangat itu. Lalu tanpa basa-basi Zulfikar langsung memasukan kontolnya dengan kasar, dia langsung BLEP……….. BLEP… BLEPPP…… Kontolnya langsung menusuk-nusuk Om Diemaz. Om Diemaz teriak kesakitan, namun Zulfikar tak mau menghentikan aksinya. Aku yang melihat badan putih dan atletis Zulfikar yang bermandikan keringat langsung aku seka dengan lidahku, aku menjilati dadanya dan juga menghisap putingnya, dia mengerang keenakan. Aku suruh dia menaikan kedua tangannya agar aku bias melihat kedua ketiaknya. Ketiaknya yang putih dan berbulu lebatpun tak luput dari lidahku. Aku jilati bulu-bulunya. Dia kegelian. Sepertinya dia sudah capek, dia mencabut kontolnya dan tiduran telentang. Dia meminta Om Diemaz untuk menduduki kontolnya.
Om Diemazpun langsung menduduki kontol Zulfikar, blesssssssssssssssssss……… sepertinya lobang Om Diemaz sudah longgar, dia memasukannya tanpa kendala. Lalu Om Diemaz menaik turunkan pantatnya, sementara Zulfikar juga mengikutinya menaik turunkan kontolnya. Zulfikar bener-bener sexy, kedua tangannya diletakkan dibelakang kepalanya sebagai bantal. Ketiaknya yang basah sangat membuat kontolku memberontak dan bangun. Tiba-tiba Om Diemaz mendahului ku, dia tiduran diatas dada Zulfikar dengan kontol Zulfikar masih menancap dipantatnya. Zulfikar menggerak2kan kontolnya masuk dalam ass hole. Sementara itu Om Diemaz menghisap pentil Zulfikar yang sexy, kedua tangannya mengelus-elus bulu ketek Zulfikar. Adegan itu tak berlangsung lama karena aku meminta Diemaz untuk mengemut kontolku. Om Diemaz kembali duduk, aku berdiri disampingnya, kontolku aku arahkan ke mulut Om Diemaz. Dia kegirangan menerima kontolku yang sedang tegang. Dia melumat abis kontolku, aku yang berdiri dan berkacak pinggang semakin horny melihat Zulfikar yang bergerak-gerak ngefuck Om Diemaz yang mulutnya aku jejali kontol.
Setelah itu, Zulfikar tiba-tiba berhenti menaik turunkan kontolnya. “Om Diemaz, dimasukin dua kontol sekaligus mau gak?” kata Zulfikar pada Diemaz. “Wow……boleh juga. Tapi pelan-pelan yah”. Zulfikar langsung mencabut kontolnya, aku disuruh tiduran telentang, lalu Om Diemaz menduduki kontolku dengan posisi menghadap ke aku. Lalu Zulfikar memasukan kontolnya yang panjang itu dari belakang. Awalnya Om Diemaz merasa kesakitan dan mencengkeram lenganku, pelan-pelan aku rasakan desakan dari kontol Zulfikar. Akhirnya kontol kami berdua berada didalam ass hole Om Diemaz. Pelan-pelan aku dan Zulfikar mulai menggerakan kontol kami, memang ngefuck satu lubang dengan dua kontol seperti ini tidak bisa leluasa seperti pas ngefuck sendiri, tapi lama-lama mudah juga. Aku yang berhadapan dengan Om Diemaz berciuman bibir, aku lumat bibir Om Diemaz yang sedang mengerang dan melenguh lenguh. Entah keenakan ataukah sedang menahan dua batang kontol di lubangnya.
Sementara itu Zulfikar dari belakang lebih leluasa maju mundurin kontolnya. Sementara itu tangannya tak henti-hentinya memelintir putting Om Diemaz.
Tiba-tiba wajah Zulfikar tambah garang, dia mulai dengan kasar menyerodok pantat Om Diemaz dan tiba-tiba ARGHHHHHHHHHHHH………… AKU MAU KELUAR………. OUHHHHHHHHHH………. OUHHHHHHH………………..
Aku bilang, tunggu dulu. Kita keluar bareng bareng. Tapi Zulfikar bilang, dia dah tidak kuasa lagi menahan dorongan spermanya yang akan muncrat. Dengan terus memaju mundurkan kontolnya dengan keras dan dalam, hingga kontolkupun tergesek kontolnya. Rasa panas kontolku bergesekan dengan kontol Zulfikar. Akhirnya tubuh Zulfikar bergetar getar dan kontolnya dibenamkan lebih dalam. CROTTTTTTTTTTTTT……………. CROTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT aku merasakan sperma Zulfikar meleleh di dalam ass hole Om Diemaz, kontolku bisa merasakan hangatnya sperma Zulfikar.
Aku semakin tambah horny, lidah Om Diemaz yang ada dalam mulutku aku gigit dan kulum, sementara itu, tanganku menepuk-nepuk pantat Om Diemaz, kontolku makin menderu merojok dalam ass hole Om Diemaz. Dan CROTTTTTTTTTTTTTTTT…………. CREEEEEEEETTTTTTTTTTT………. CRETTTTTTTTTTTT. Spermaku juga keluar cukup banyak sekali dalam ass hole Om Diemaz. Akupun langsung lunglai karena tenagaku habis untuk mengeluarkan cairan spermaku, seperti Zulfikar yang lemas dipunggung Om Diemaz. Lalu Om Diemazpun melepas ciumanku, dia meminta Zulfikar yang dari belakang memelintir putingnya, sementara tanganku disuruh mengocok kontolnya. Om Diemaz mendesah seperti bintang film panas yang mendongak-dongak keatas.
Lalu tiba-tiba CROTTTTTTTTTTTTT…………. CROOOOOOOOOOOTTTTTTTTT…. kontol Om Diemaz memuntahkan sperma di atas perut dan juga dadaku, dia lalu lunglai memeluk aku. Kita bertiga bener-bener lemes dan saling berpelukan.
Setelah beberapa saat, Zulfikar mencabut kontolnya dari lubang ass hole Om Diemaz,lalu dia berjalan menuju kamar mandi. Lalu Om Diemazpun mencabut ass holenya dari kontolku dan mengikuti Zulfikar dari belakang. Kemudian aku juga ikut ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Permainan dengan 2 pria dewasa tadi benar-benar gila.
Rasanya aku ingin nambah sekali lagi, tapi aku malu memintanya. Setelah mandi bersama, akhirnya Zulfikar pulang. Aku diminta Om Diemaz untuk tetap tinggal menemani dia. Lalu kami tidur, saat pagi bangun. Aku mengulangi sekali lagi bercinta dengan Om Diemaz. Aku menikmati betapa legitnya ass hole-nya, aku fuck dia. Lama aku ngefuck ass hole Om Diemaz. Gaya ayam panggang, dengan kedua kakinya diangkat ke pundakku, membuat aku leluasa menyodomi lubang ass hole Om Diemaz. Puas dengan gaya itu, aku menyuruh Om Diemaz menungging dan pantatnya agak dinaikkan ke atas, sementara kepalanya menyentuh tempat tidur.
Dengan gaya itu, aku leluasa memasukkan kontolku hingga semua batang kontolku masuk ambles ke dalam lubang ass hole Om Diemaz. Sesekali aku tepuk tepuk pantat Om Diemaz agar lubangnya bereaksi dan agak seret mencengkeram batang kontolku. Lalu karena dorongan pantatu waktu menyodomi, membuat Om Diemaz tertelungkup dan tubuhnya tiduran di kasur. Dengan posisi itu, batang kontolku terasa semakin dijepit kedua pantat Om Diemaz. Untungnya panjang kontolku cukup, sehingga saat aku menggerakkan kontolku tidak mudah tercabut dari lubang ass hole Om Diemaz. Lalu setelah puas dengan gaya menyodomi dari belakang, aku menyuruh Om Diemaz berdiri, dan menduduki kontolku. Aku hanya diam pasrah, sementara Om Diemaz bergoyang goyang bagaikan cowboy yang sednag menaiki kuda liar.
Agak lama dengan posisi duduk seperti itu, lalu aku ingin mengakhiri persetubuhan kali ini dnegan gaya favoritku, gaya ayam panggang. Aku angkat kedua kaki Om Diemaz dan aku rapatkan kakinya saat kontolku menusuk nusuk pantatnya. Akupun tak kuasa menahan desakan spermaku yang akan muncrat. Aku bilang ke Om Diemaz akan keluar dan ga tahan lagi. Om Diemazpun ikutan menggoyang goyang pantatnya dan dia meminta agar kalau mau keluar, kontolku dicabut dan diarahkan ke mulutnya. Dia ingin spermaku di keluarkan di mulutnya. Saat ejakulasi itu datang, aku mencabut kontolku dari pantat Om Diemaz dan segera mengarahkan ke depan mulutnya. Ada beberapa semburan yang mengarah tepat ke dalam mulut dan lidah Om Diemaz.
Beberapa semburan spermaku aku lihat agak kental. Dia menelannya sampai abis. Bahkan tetesan spermaku di pinggiran bibirnyapun dia sapu dengan lidahnya, dan dia telan dengan penuh nikmat. Aku benar-benar jatuh cinta dengan Om Diemaz.

Ladang Jagung

Sudah lama pak harun menyimpan dendam, pasalnya milik nya yang seluas 1000 meter sering sekali diganggu oleh para remaja dari kampung sebelah. pak harun memang cukup luas dan batang jagungnya pun tinggi-tinggi. Para remaja kampung sering gunakan ladang kampung pak harman sebagai tempat pesta hura-hura mereka. Walau sudah dijaga oleh pak harun masih saja sering kecolongan. Hampir setiap saat saat sedang memeriksa . Pak harun sering menemukan botol bekas minuman, bungkus bekas rokok, dan bahkan kondom bekas yang masih ada bekas pejuh didalamnya. Pak harun sangat marah dan berang sekali. Hingga pak harun bertekat untuk membalas. Bagi pak harun nya nya adalah harta berharga satu – satunya dalam hidup. Karana diusia nya yang hampir kepala 4 pak harun masih hidup seorang diri tampa pendamping. Joni adalah pemuda berandalan dari kampung sebelah. Usianya baru menginjak 20 tahun dan sudah mengenal dunia minuman, narkoba dan seks bebas. Joni baru saja berhasil menggaet seorang gadis yang dibawah usianya,bernama Nuri, dan layaknya pasangan baru mereka sedang hot-hotnya memadu asmara. Keduanya sedang asik berkeliling kampung menggunakan sepeda motor mencari tempat agar mereka bisa berdua. Sementara di dalam saku celana joni sudah ada sekotak kondom. Keduanya terus mencari tempat yang aman sampai akhirnya pakharun lah jadi pilihan mereka. Hari sudah menjelang siang, ladang pak harun tampak sepi tak ada yang menjaga begitu pula rumah pak harun terliahat tak ada penghuninya. Joni buru-buru menaruh motor miliknya ditempat yang agak tersembunyi. Setelah aman kedua insan dimabok asmara itu pun segera masuk ke . Joni tampak sudah tak tahan lagi, begitu di dalam , dia langsung menuburk tubuh nuri dan langsung melancarkan ciuman-ciuman dimulut serta dileher nuri. Tangan joni juga langsung menggerayangi rok pendek serta kaos yang dipakai oleh nuri. Jari jemari joni meremas-remas buah dada nuri serta bermain-main dibalik rok mini nuri. “aman gak yang” tanya Nuri sambil berusaha menghetikan aksi ciuman joni. “ tenang aja, pokoknya aman gak ada orang” Jawab enteng Joni. Lalu keduanya kembali melanjutkan aksi ciuman dan pegang-pegang. “itunya dah ada blom?” tiba-tiba Nuri kembali bertanya. “apa? Sarung? Nieh.” Jawab joni sambil menunjukan kotak kondom dari balik saku celananya kepada Nuri. “kalau gitu, sekarang aja yang” rengek Nuri. Joni tersenyum dan langsung mencopot semua pakayan yang dipakainya hingga telanjang bulat dihadpan nuri. Nuri pun mengikuti joni mencopot kaos yang dikenakan serta rok pendek miliknya. Tampak batang kontol milik Joni sudah berdiri tegak dan mengeras. Kontol berukuran cukup panjang dan besar itu dah siap tempur. Joni segera menyusun pakayan miliknya serta daun-daun sebagai alas. Begitu siap joni langsung bersandar diatas alas yang baru saja dibuatnya. Nuri baru saja melepas BH dan celana dalam miliknya di hadapan joni. “ mau langsung?” tanya Nuri yang menghampiri Joni. “pelan pelan donk, isep-isep dulu aja” jawab Joni sambil meng elus-elus batang kontol miliknya. Nuri tersenyum dan langsung mencaplok batang kontol milik Joni dengan mulutnya lalu diisap-isap. Joni langsung terbuai di atas awan, matanya terpejam dan mulutnya mendesah menikmati mulut mungil milik Nuri yang sedang bermain di ujung kepala kontolnya. Ah........ah......enak Nur , terus ....terus ...... Pak Harun baru saja pulang dari belanja saat tampa sengaja matanya melihat sepeda motor yang tak dikenalnya parkir di dekat miliknya. Dengan sikap hati-hati, pak harun menyelinap kedalam dengan mengendap-ngendap. Dengan mengikuti jejak di tanah nya. Hati pak harun sangat marah dan murka. Joni dan Nuri, masih asik membakar nafsu mereka. Keduanya kini sudah berposisi enam sembilan dimana Nuri berada di posisi atas. Lubang memek Nuri berada tepat di atas wajah joni dan sedang asik di sedot-sedot dan dijilat-jilat oleh lidah Joni. Sementara batang kontol joni masih asik di isep-isep dan kepalanya di jilat-jilat Nuri. Mulut Joni terus menyedot cairan lendir yang terus mengalir dari dalam lubang vagina milik Nuri. Lidah joni pun tak henti-hentinya menyapu-nyapu bibir vagina Nuri yang montok dan merah jambu. Sementara hidung joni asik terus mencium aroma khas yang keluar dari bulu – bulu halus vagina nuri. Joni pun puas dan ingin segera masuk ke bagian penting dari permainanya dengan nuri. Segera joni bangkit dan mebuka bungkus kondom dan memakaikannya di batang kontol miliknya yang sudah sejak tadi berdiri tegak. Sementara joni sibuk memasang kondom, Nuri bersiap-siap dengan posisi nungging membelakangi Joni. Joni telah selesai memasang kondom dan bersiap-siap ber lutut dibelakang tubuh Nuri. Kedua tangan Joni menggenggam erat pinggul nuri dan batang kontolnya pun sudah di arahkan ke lubang vagina milik Nuri. Tampa ragu Joni segera menekan maju batang kontol miliknya kedalam lubang memek nuri dan sreeet .....sreeet .....blassss....kontol Joni sudah masuk kedalam lubang memek Nuri. Aaa.aachh.....ayang........ desah Nuri menerima sodokan Joni. Tampa komando Joni segera mengentot lubang memek Nuri. Pantat joni bergerak maju mundur dan batang kontolnya pun bergerak keluar masuk di lubang vagina milik Nuri. Joni begitu menikmati pemainan ngentotnya dengan Nuri, berkali-kali memek nuri di hajar dengan hentakan keras serta gerakan sodokan kontolnya cepat. Aah.......yang.....ah..........yang desah Nuri sambil menggigit bibir nya dengan mata terpejam menikmati. Joni begitu menikmati permainan ngentot gaya dogy style nya, sebab gaya ini adalah salah satu gaya Favorit nya bila sedang ngentot. Maklum karna masih muda, joni mampu bertahan lama-lama ngentot dengan gaya seperti ini. Hampir 10 menit joni masih bisa bertahan. “ argh a yang...yang.....capek.” rintih Nuri “ capek ya say, ganti posisi ya.” Rayu Joni, dan Nuri pun menurut. Joni memposisikan tubuh Nuri di bersandar dibawah, kedua kaki nuri di buka lebar-lebar sehingga lubang memek milik muri yang sudah banjir karna cairan vagina terlihat. Untuk beberapa saat joni kembali menyapu lidahnya di permukaan vagina nuri. Nuri jadi kembali terangsang. Setelah memek nuri bersih disedot dan di jilat. Joni pun mulai bersiap melanjutkan permainan inti keduanya. Joni mulai merapatkan tubuhnya diatas tubuh nuri. Tangannya mulai mengatur mengarahkan batang kontol miliknya agar tepat di atas lobang memek Nuri. Dengan sekali tekan, batang kontol milik joni sudah kembali masuk. Joni langsung mengenjot pinggul tubuhnya, mulutnya langsung menyerang bibir nuri. Kedua tangannya sibuk meremas-remas buah dada nuri yang ranum. Keduanya kembali mendesah mengarungi permainan terlarang mereka. Joni dan Nuri baru saja menikmati sesi kedua mereka kurang dari semenit, saat tiba-tiba Pak Harun si pemilik muncul dari belakang. Joni dan Nuri sudah tak sempat untuk melarikan diri karna pak Harun buru menghampiri dan menahan kedua remaja tersebut dengan kedua tangannya. Nuri langsung menutup wajah dengan kedua tangannya sementara Joni tak dapat berbuat apa-apa hanya terdiam kaku dengan batang kontol yang masih menancap di dalam lubang memek Nuri. “aduh-aduh..masih muda koq udah main beginian” ujar Pak harun dengan mata nanar “ klo sampai orang tua dan yang lain tau gimana?” lanjutnya “ ampun pak jangang kasih tau orang” ujar Joni. “ini bahaya sekali klo sampai warga tau kelakuan kalian, bisa – bisa kalian dibawa ke kantor polisi” Wajah joni makin pucat sementara nuri sudah mulai hampir menagis. Diam-diam mata pak harun melirik tubuh telanjang nuri, naluri seksnya timbul dan otakya pun berjalan. Sudah bertahun2 hidup sendiri mengurus , dan hanya bisa memuaskan hasrat kelakiannya dengan bantal dan guling, pak Harun menggunakan kesempatan ini untuk mengambil untung. Lelaki ber umur itu mengakali kepanikan dan ketakuatan kedua remaja itu untuk diperas. “Dah ngak Usah Takut, ngak ada yang bakal lapor. Tapi syaratnya saya minta kalian terusin mainnya” Joni pun menjadi bingung. “udah ngak usah bingung, ayo terusin sampai selesai. klo ngak saya bakal lapor?” Joni pun terdesak, dengan terpaksa dia menuruti perintah pemilik tersebut. Dengan ditonton pak harun Joni kembali mengentot memek Nuri. Namun gerakannya tak sebergairah seperti semula. Gerakannya lambat seperti tertekan dan takut. “ Kok loyo gitu main nya?” ujar Pak harun dengan bersikap marah dan membuat Joni takut. “ yang semangat dong ngentotnya, kesian pacar kamu klo kamunya loyo” Mau tak mau Joni melakukan perintah Pak harun, Joni mempercepat gerakan entotnya hingga suara bunyi decak akibat suara becek dari memek nuri terdengar. Sementara Joni melakukan perintahnya, Pak harun duduk berjongkok di samping. Dengan serius pak harun menikmati tontonan gratis kedua remaja tersebut. Melihat adegan syur tersebut mau tidak mau membuat batang kontol laki-laki ber umur tersebut berdiri. Lalu pak harun pun membuka retsleting celananya dan mengeluarkan batang kontol miliknya yang juga berukuran besar. Selanjutnya pak harun pun mengocok batang kontol miliknya dengan tangan kirinya. Karna merasa tidak puas hanya dengan melihat saja. Pak harun pun mulai menggerayangi tubuh nuri. Tangan pak harun meremas-remas buah dada nuri serta sesekali menggerayangi memek nuri yang sedang di entot joni. Joni tak bisa melarang keinginan pak harun sementara nuri terlalu takut untuk membantah. Keduanya pun pasrah. Lambat laun Pak harun Tak sekedar hanya ingin memegang-megang tubuh milik nuri, dia juga ingin merasakan nikmatnya mulut nuri di batang kontolnya. Nuri menolak begitu pula joni sang pacar. Tapi karna di bawah ancaman keduanya tak dapat berbuat apa-apa. Kini batang kontol lelaki yang ber umur itu sedang di isep-isep nuri. Pak harun mulai keenakan dioral. Sementara Joni dengan terpaksa mengentot sambil menyaksikan pacarnya mengoral kontol milik laki-laki tua tersebut. “dah elo gak usah pasang muka sedih gitu. Nikmatin aja .” ujar pak harun kepada Joni Joni tampak mulai mengerti maksud dari pekataan Pak Harun. Secara naluri jiwa mudanya dia menukmati juga pengalaman main ber tiga seperti ini. Lambat laun hasrat dan nafsunya kembali timbul dan dirinya mulai kembali semangat mengentot. Gerakan joni mulai cepat dan hentakan sodokannya pun mulai keras dan bertenaga. Pak harun yang melihat perubahan dari joni tersebut tersenyum. Berselang beberapa menit Joni mulai mengerang ngerang tanda dirinya akan segera mencapai klimaks buru-buru pak harun berhenti dioral nuri, dan berdiri disamping mereka. Gerakan pantat joni semakin cepat. Batang kontolnya pun disodok-sodok dalam-dalam di lubang memek nuri. Lalu sepersekian detik kontol joni berdenyut beberapa kali disertai semburan cairan putih kental di dalam lubang memek nuri. Croooot...croooot...crooot. Pejuh Joni langsung tertampung didalam sarung kondom yang di kenakannya. Ah....argh.....wajah dan expresi joni berubah ketika mencapai puncak klimaks. Joni pun mengeluarkan batang kontol miliknya dari lubang memek nuri. Terlihat cairan berwana putih kental di ujung sarung kondom yang dikenakannya. Kanana masih muda maka cairan pejuh yang keluar pun volumenya juga cukup banyak. Tiba-tiba tubuh joni di singkirkam oleh pak harun yang tampa sadar sudah melepaskan celana panjang dan celana dalam. Ditangan pak harun sudah terdapat sebungkus kondom yang diambil dari saku celana milik Joni. Kondom itu pun di pakaikan ke batang kontolnya. Pak harun segera menggantikan posisi Joni dan bersiap-siap untuk mengentot memek nuri. Tampa mengelak Joni tak bisa berbuat apa-apa saat kontol milik pak harun masuk kedalam memek nuri. Segera pak harum memompa pantat miliknya dan kontolnya pun keluar masuk dilubang memek nuri. Pak harun mulai mendesah-desah keenakan. buah dada milik nuri juga di sedot-sedot olehnya. Joni berdiri menyaksikan pak harun yang sedang mengentot nuri. Kali ini joni menatap aksi pak harun dengan tatapan senang dan puas. Bahkan selang beberapa lama kontol joni kembali berdiri tegak. “hebat juga elo bocah, baru sebentar keluar dah bangun lagi” ujar pak harun. Ada rasa bangga saat pak harun berkata seperti itu. Joni pun mendekati nuri dan kembali meminta diberikan seks oral. Al hasil kini joni tidak terpaksa lagi melainkan ikutan dari rencana pak harun. Pak harun mengentot lubang memek nuri dengan cepat dan keras. Karna sudah lama pak harun tidak merasakan nikmatnya lubang memek perempuan. Setelah beberapa menit menit pak harun menginginkan posisi permainan yang lain. Diam meminta Joni untuk membantu nuri duduk diatas tubahnya dengan kontol miliknya tertancap dilubang memek nuri. Joni juga membantu Nuri untuk menggoyang pinggul miliknya. “ah...ah....enak, ah.....ah.......” desah pak harun. Sementara mulut nuri masih sibuk mengoral kontol joni. Kontol milik pak harun terus keluar masuk di lubang memek nuri, sementara kontol milik joni juga keluar masuk di mulut nuri. Setelah 5 menitan, pak harun tak dapat menahan lagi gairahnya. Pejuh miliknya sudah ingin segera keluar dari ujung kepala kontol miliknya. Dengan hentakan yang dalam beberapa kali. Nuri merasakan kontol milik pak harun berdenyut di lubang memeknya disertai semprotan hangat. croooot.....crooooot argh......ah.....aaaaaahhhhhhh pak harun menghempaskan tenaga termiliknya. Lalu pak harun menikmati sisa-sisa kenikmatannya dengan menyusu buah dada nuri. Syruup ...syurp..... suara mulut pak harun menyedot susu nuri. Setelah puas pak harun pun bangkit dan menyuruh joni melakukan hal yang sama. Kini giliran joni lagi yang mengentot nuri dengan posisi seperti pak haruh. Joni menikmati saja perintah pak harun tak mempedulikan nuri yang lelah diatas tubuhnya. Dengan gerakan naik turun kontol joni keluar masuk di lubang memek nuri dengan cepatnya. Sementara pak harun berdiri hanya menonton sambil membersihkan batang kontol miliknya. Kontol joni dengan gencarnya menggempur. Bedanya kali ini joni memilh tak menggunakan sarung kondom. Joni merasakan sensasi yang nikmat sekali dirinya mengerang-ngerang dan setelah itu crooot..crooooot....croooot kontol joni memuncratkan pejuhnya di lubang memek nuri. Cairan pejuh itu keluar mengalir dari sela-sela lubang memek nuri. Pemandanagn itu membuat pak harun terangsang kembali. Kali ini pak harun ingin memberikan pelajaran juga buat Joni. Karnanya saat nuri menyingkir buru-buru pak harun menindih tubuh joni, dan mengangkat kedua kaki joni. “ mau apa pak ? saya mau di apain?” tanya joni kelagapan. “ diam kamu, emang nya cuma pacar kamu aja, kamu juga perlu dikasih pelajaran biar kapok” ujar pak harun. Nuri yang memiliki kesempatan segera menyingkir dan lari. Sementara itu joni masih tak dapat bergerak disekap pak harun. Tangan joni diikat dengan seutas tali sementara kedua kakinya juga diikat. Tubuh joni di tunggingkan keatas sehingga pantat joni pun keatas. Tampa ba bi bu lagi segera lubang pantat joni pun di hajar dengan kontol keras milik pak harun, “aduh pak sakit, ampun.....ampun....” joni berteriak. Tampa peduli pak harun terus menyodomi lubang pantat joni yang masih perawan itu. Lubang kecil itu terus dipaksa menerima batang kontol miliknya yang besar dan panjang. “ ini pelajaran buat elo supaya kagak lagi pake kebon jagung gwe buat melakukan perbuatan mesum. Enak kan?” ujar pak harun. Batang kontol pak harun kini sudah keluar masuk di dalam lubang pantat joni. Rasa sakit dan perih yang tak terbanyangkan dialamai oleh joni. Joni hanya bisa meminta ampun sementara pak hasan terus meyodok-nyodok batang kontol miliknya ke lubang pantat joni. Kini lubang pantat joni pun sudah dol dan terbuka lebar. Pak hasan makin asik dan lancar mengentot pantat joni hingga kontolnya kembali memuntahkan pejuh putih dan kental di lubang pantat joni. Crooooot......croooot...ah...arghhhhhh. Dari lubang pantat joni mengalir pejuh pak harun yang menetes. Joni tampak tersiksa sekali, namun penyiksaan itu belum selasai joni masih harus mengisep kontol milik pak harun hingga bersih dan meminup pejuh milik pak harun. Dengan sempoyongan joni melakukan apa yang di perintahkan pak harum. Sebuah perbuatan yang menurut pak harun setimpal dengan apa yang diperbuat joni, terhadap kebun jagung miliknya. Joni baru dibebaskan setelah hari menjelang malam. Setelah disuruh membersihkan diri dan memberi obat pada lubang pantatnya pak harun melepaskan joni dan meminta untuk tak mengulangi perbuatannya lagi. Sejak kejadian itu kebun jagung milik pak harun pun aman. Tak ada lagi remaja kampung yang mengusik kebun jagung miliknya. Sementara joni harus hidup penuh rasa malu akibat dari perbuatannya.

Senin, 20 Agustus 2012

Kisah Cintaku Dengan Pak Kepala Desa

Perkenalkan, namaku Kasno. Aku adalah seorang pemuda berumur 18 tahun. Aku tinggal di Desa Tenajar Lor, Indramayu.

Pengalamanku ini bermula sekitar dua tahun yang lalu saat aku baru bekerja di Balai Desa sebagai pembantu Pak Sumantri, kepala desa kami. Pak Sum orang pandai. Ia bergelar Drs. Sebenarnya ia berasal dari Jakarta, namun sudah menetap di desaku cukup lama. Pak Sum berkulit putih, wajahnya ganteng dan berkumis. Ia sangat baik kepadaku. Aku sangat senang.



Pada hari pertama aku bekerja, ia memintaku untuk mengurutnya di kamarnya di Balai Desa. Begitu sampai di kamarnya, ia memintaku untuk membukakan pakaiannya. Aku merasa aneh sekaligus malu. Namun kulakukan juga. Tubuhnya tegap dan atletis. Namun entah kenapa aku senang melihat dadanya yang berbulu lebat. Ia tersenyum kepadaku. Kemudian ia menyuruhku membukakan celananya sekalian.

Aku ragu-ragu untuk melakukannya, namun ia bilang bahwa kakinya pegal dan ingin dipijit juga. Aku berjongkok di hadapannya. Perlahan-lahan kulepaskan ikat pinggangnya. Aku merasa celananya begitu menonjol. Kemudian kutarik risleting celananya, kulepaskan celananya ke lantai dan.. aku sangat terkejut melihat kontolnya yang bukan hanya tampak menonjol melainkan sudah keluar dari celana dalamnya.

Kontolnya sangat besar dan panjang. Aku bahkan dapat melihat kepala kontolnya yang tampak mengkilat karena air mani. Aku berusaha untuk menahan kegugupanku. Kulihat ia tersenyum kepadaku. Kemudian kupersilakan ia untuk tiduran agar bisa kupijit. Kupijit bagian belakangnya. Ia memintaku untuk mengurut pantatnya. Kemudian ia membalikkan badannya memintaku untuk memijit dadanya juga.

Perlahan kupijit dadanya yang berbulu lebat. Ia memintaku untuk terus memijitnya ke bagian bawah. Aku sangat gugup. Aku merasa ia akan memintaku untuk memijit kontolnya. Namun untunglah tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar. Rupanya Pak Marmo, Sekretaris Desa memberitahukan bahwa ada tamu yang menunggu Pak Sum di kantornya. Pak Sum tampak kecewa namun ia kemudian memakai pakaiannya kembali. Saat memakai celananya, ia meminta aku menarik risleting celananya. Tampaknya ia berusaha agar aku memperhatikan kontolnya yang ngaceng. Buru-buru kulakukan itu.

Ia tersenyum sambil berkata, "Enak betul pijitanmu Kas, besok lagi ya".

Aku hanya mengangguk sambil menarik napas lega. Keesokan malamnya, aku menonton televisi di Balai Desa. Sekitar pukul 10 malam, aku dibangunkan Pak Sum. Rupanya aku ketiduran di depan televisi. Lalu Pak Sum menyuruhku agar pindah tidur di kamarnya. Lantaran sudah mengantuk, aku menurutinya. Sekitar tengah malam, Pak Sum membangunkanku. Aku terkejut melihatnya. Ia sudah telanjang, hanya mengenakan celana dalam. Kemudian ia membuka celana dalamnya dan memperlihatkan kontolnya kepadaku.

Aku terkesiap melihat kontolnya yang sangat besar, panjang dan berbulu lebat. Kemudian ia berusaha membuka bajuku. Aku berusaha menolak, namun ia terus memaksa. Akhirnya aku menyerah, kubiarkan ia membuka bajuku, bahkan kemudian celana panjangku. Ia tampak senang melihat celana dalamku, lalu kemudian mengelus dan meremasnya. Pak Sum kemudian menindih tubuhku. Dadanya yang berbulu lebat menindih dadaku. Ia kemudian mencumbu bibirku. Aku berusaha untuk menghindar namun ia terus melakukannya.

Aku menyerah, kubiarkan ia menciumi bibirku. Ciumannya sungguh menggebu-gebu. Mula-mula aku merasa risih, merasakan bibir dan kumisnya dibibirku. Lalu ia menciumi leherku, kemudian dada dan bahkan ketiakku. Aku merasa aneh namun aku diam saja. Ia terus menciumiku, perutku bahkan kemudian.. Celana dalamku. Aku terkejut ketika ia menciumi celana dalamku dengan penuh nafsu. Ia kemudian berusaha untuk membukanya.

Aku berusaha mencegahnya namun ia berkata, "Ayolah Kas, nggak apa-apa, kamu pasti suka" sambil terus memaksa.

Aku membiarkan ia membukanya. Ia tampak senang melihat kontolku. Ia menggenggam kontolku yang rupanya juga sudah ngaceng. Kemudian ia menciuminya. Astaga, tak bisa kupercaya melihatnya mencium dan menjilati kontolku dengan penuh nafsu. Mula-mula pelirku, kemudian terus naik ke batang kontolku. Akhirnya sampailah ia ke bagian kepala kontolku. Ia melirik ke arahku sambil tersenyum. Aku menahan nafas menanti apa yang akan dilakukannya. Kemudian ia menundukkan kepalanya dan.. Mencumbui kepala kontolku.

Aku tak bisa melukiskan betapa nikmat rasanya merasakan lidah dan bibirnya menjilat dan mencumbu kepala kontolku. Aku memejamkan mata, rasanya aku berada di awang-awang. Ia pun tampak sangat menikmatinya. Kemudian ia memasukkan batang kontolku ke dalam mulutnya. Ia menghisap dan mempermainkan batang kontolku di dalam mulutnya. Tanpa sadar aku mendesah penuh kenikmatan. Ia terus menghisap kontolku. Gerakannya bervariasi. Kadang-kadang lembut, kadang ia bahkan menggigitnya pelan-pelan. Aku sungguh merasa nikmat.

Kemudian akupun merasa kenikmatanku memuncak. Akhirnya aku mengeluarkan air maniku. Aku memejamkan mata. Kupikir Pak Sum akan berhenti menghisap kontolku. Namun ternyata ia terus menghisapnya. Bahkan ia terus menjilati kepala kontolku sampai benar-benar bersih dari air maniku. Akhirnya ia berhenti. Kemudian ia membaringkan tubuhnya disampingku.

Ia tersenyum sambil mengelus kepalaku dan berkata, "Bagaimana Kas, enak kan?" Aku hanya mengangguk.
Ia kemudian menindih tubuhku sambil berkata, "Mau lagi?"

Aku terdiam, tubuhku agak lemas. Namun ia terus merangsangku. Ia membimbing tanganku agar mengelus bulu dadanya. Kemudian ke kontolnya yang sangat besar itu. Dia menyuruhku untuk menggenggamnya. Aku merasa kontolku kembali gaceng. Kemudian ia memeluk dan membalikkan posisi kami sehingga kini akulah yang berada di atas tubuhnya. Ia menyuruhku untuk melakukan persis seperti yang dilakukannya kepadaku. Aku agak ragu untuk melakukannya.

Perlahan kutundukkan kepalaku, ia langsung mencumbu bibirku. Aku tak lagi menolak bahkan akulah yang kemudian dengan penuh nafsu menciumi bibirnya, lehernya terus ke dadanya yang berbulu lebat. Kuciumi dan kuelus dadanya juga ketiaknya. Tubuhnya sangat harum menggairahkan. Bahkan kujilati dan kuhisap puting susunya. Ia tampak terkejut sekaligus senang. Akhirnya aku sampai ke kontolnya. Kupegang kontolnya. Oohh.. Kontolnya sangat besar dan panjang. Panjangnya sekitar 25 cm diameternya sekitar 7 cm.

Kulihat kepala kontolnya sudah mengkilat karena basah oleh air maninya. Perlahan kudekatkan kepalaku untuk menciuminya, kemudian kucium dan kujilat dengan penuh nafsu. Pantas saja Pak Sum sangat ingin menciumi kontolku karena rasanya sangat nikmat. Kuciumi pelernya lalu naik ke atas, kuciumi bulu jembutnya yang halus kemudian batang kontolnya. Kepala kontolnya yang besar sungguh membuatku terangsang. Kujilati kepala kontolnya itu. Baunya benar-benar membuatku mabuk kepayang.

Kulihat Pak Sum memejamkan matanya karena merasakan nikmat. Kemudian aku menghisap kontolnya. Namun karena begitu besar dan panjang, mulutku hanya bisa menghisap sekitar separuh saja. Itupun mulutku terasa penuh karena ukuran kontolnya luar biasa besar. Kupermainkan kontolnya agar ia mengeluarkan air maninya. Namun ia memang luar biasa. Sesudah hampir satu jam pun ia belum juga mencapai puncak kenikmatan. Aku tak putus asa. Kuhisap terus kontolnya sambil menggenggam dan mempermainkan kontolnya.

Kemudian aku melepaskan hisapanku. Kupegang dan kudekatkan kontolku ke kontolnya. Kugesek-gesekkan kepala kontolnya dengan punyaku. Ia mendesah penuh kenikmatan. Lalu aku kembali menghisap kontolnya. Usahaku berhasil, tak lama kemudian ia mengerang lalu aku merasakan mulutku dibanjiri air maninya yang kental. Kuhisap dan kutelan air maninya. Rasanya agak sedikit asin tapi baunya sungguh membuatku mabuk kepayang. Kemudian kujilati kembali kepala kontolnya yang semakin basah karena air mani sampai bersih. Kemudian kubaringkan tubuhku disisinya.

Ia menatapku dan memujiku sambil berkata, "Kamu luar biasa, Kas".

Aku memejamkan mataku. Kupikir ia sudah lelah. Namun rupanya ia belum puas. Tangannya kembali mengarahkan tanganku agar memegang kontolnya. Astaga.. Ia memang luar biasa. Kontolnya masih tetap besar dan keras seperti semula. Kuremas kontolnya. Kemudian ia menyuruhku membalikkan badan dan menungging. Mula-mula aku tak mengerti apa yang akan dilakukannya.

Kemudian ia memegang pantatku lalu kurasakan ia menggesekkan kontolnya ke pantatku. Kurasakan kontolnya yang besar di pantatku dan aku merasa nikmat. Namun rupanya Pak Sum tidak hanya sekedar ingin menggesek-gesekkan kontolnya ke pantatku karena kemudian kurasakan ia berusaha memasukkannya ke anusku perlahan-lahan. Semula kupikir hal itu tidak mungkin karena kontolnya yang sangat besar. Namun aku salah. Ternyata kontolnya bisa masuk.

Lalu ia memelukku dan mengeluarmasukkan kontolnya persis seperti sedang mengentot. Mula-mula memang terasa sakit dan aneh. Namun kemudian ternyata rasanya nikmat dan aku menikmatinya. Aku sangat terangsang. Apalagi tangannya juga meraba-raba tubuhku dan meremas kontolku. Ia juga menciumi leherku sambil terus mengentotiku. Kurasakan ia mengguncang-guncang tubuhku semakin lama semakin cepat. Akhirnya ia mendesah, rupanya ia telah mencapai puncaknya. Kurasakan kali ini pantatku dibanjiri oleh air maninya. Namun ia tidak langsung berhenti. Ia masih terus mengentotiku selama beberapa menit. Kemudian akhirnya ia mencabut kontolnya lalu berkata..

"Ayo Kas, sekarang giliran kamu".

Aku terkejut, namun aku mengerti apa yang harus kulakukan. Ia menungging lalu kuarahkan kontolku ke pantatnya. Perlahan kumasukkan kontolku ke dalam anusnya. Mungkin karena kontolku lebih kecil, aku dapat memasukkannya lebih mudah. Kemudian aku mulai mengentotinya. Kupeluk badannya, kuelus dadanya yang berbulu lebat. Kuraba pula kontolnya. Ia sungguh luar biasa. Kontolnya masih tetap keras. Aku rasakan aku semakin terangsang. Kemudian aku merasa bahwa aku akan kembali mengeluarkan air mani. Benar saja. Tak lama kemudian aku mengeluarkannya didalam pantat Pak Sum. Aku tak kuat lagi. Kucabut kontolku. Tubuhku benar-benar lelah. Kubaringkan tubuhku. Ia kemudian berbaring di sisiku.

Ia berbisik, "Sudah capek Kas? Tidurlah. Ini sudah hampir pagi. Besok kita lanjutkan ya". Aku mengangguk.

Ia kemudian memelukku. Nikmat sekali merasakan dadanya yang berbulu lebat. Akupun tertidur dalam pelukannya. Sejak saat itu, setiap kami bisa berduaan, pasti kami menghabiskan waktu dengan berhubungan seks. Kami melakukannya di mana saja. Selain di kamarnya, kami juga melakukannya di kamar mandi, di mobilnya bahkan pernah di sebuah toko waktu Pak Sum mengajakku ke Jakarta. Ia ingin membelikanku pakaian.

Sewaktu aku sedang mencoba celana panjang baru di kamar ganti sebuah toko, ia masuk dan kemudian melihat aku sedang membuka celanaku. Lalu ia membuka celana dalamku dan menghisap kontolku. Aku terkejut dan sangat gugup namun ia terus melakukannya sampai aku membasahi mulutnya dengan air maniku. Sesudah itu bahkan ia juga menyuruhku menghisap kontolnya.

Begitulah kehidupan seksku dengan Pak Sum. Aku benar-benar berbahagia. Tak kusangka berhubungan seks dengan sesama lelaki dapat terasa begitu nikmat. Kami melakukannya tanpa mengenal waktu dan tak pernah merasa bosan. Ia sangat sayang kepadaku. Aku pun sangat mencintainya. Kami berjanji akan terus bersama, selamanya.

Pak Joko Guru Tercintaku

Pernahkah kalian jatuh cinta pada guru kalian sendiri? Pasti pernah! Ayo, ngaku saja, tak perlu malu-malu:) Saya sendiri pernah. Cerita ini terjadi ketika pada tahun terakhir SMU-ku. Pada waktu itu, ada seorang kepala sekolah baru yang merangkap sebagai guru. Dan kebetulan sekali, kelasku merupakan salah-satu dari sedikit kelas yang dipegangnya. Namanya Joko, tanpa embel-embel nama belakang. Dia memang orang Jawa asli dan logat Jawa-nya kental sekali. Pasti kalian membayangkan seorang pria jelek berkumis. Salah besar!:) Pak Joko itu tampan sekali, sama sekali tak terlihat kampungan/udik. Dan tubuhnya pun kekar bak model
sampul Men's Health. Umurnya masih terbilang muda, sekitar tigapuluhan. Dia memang tidak memelihara kumis, tapi di sekitar dagunya terdapat brewok tipis. Brewok tipis itu membuatnya terlihat seksi sekali! Menurut kabar burung (burungnya siapa hayo?), Pak Joko itu masih single, alias belum married.

Tiap kali dia mengajar di kelasku, saya tak pernah capek memandangnya. Aura keseksiannya begitu menggoda. Yang kusuka darinya adalah kebiasaannya yang tak pernah memakai kaus dalam atau singlet. Kemeja yang sering dipakainya pun berbahan tipis sehingga saya dapat hampir melihat tubuhnya. Sering kali, kedua putingnya yang menegang tercetak jelas di balik kemejanya itu. Tanpa malu, kedua puting itu menunjukkan diri mereka. Lekuk-lekuk dadanya yang berotot pun ikut tercetak. Beruntung bagiku karena saya duduk di meja terdepan:) Saya merasa telah jatuh cinta pada Pak Joko. Saya ingin sekali memadu kasih denganya, biarpun hanya sekali saja.

Lalu sebuah ide gila menyusup masuk ke dalam otakku yang mesum.
Saya mengambil secarik kertas dan mulai menulis sebuah surat cinta tanpa nama. Kupikir, itulah satu-satunya cara agar si ganteng Pak Joko menyadari bahwa dia mempunyai seorang penggemar rahasia. Suratku berbunyi:

Untuk guruku tercinta, Pak Joko.

Saya adalah salah satu muridmu yang jatuh cinta padamu. Tapi saya laki-laki. Biarpun begitu, saya naksir Bapak. Tubuh Bapak begitu menggodaku, sampai-sampai saya tak bisa konsentrasi belajar, terutama dada dan puting Bapak. Saya ingin meraba-rabanya, meremas-remasnya, menjilatinya. Saya ingin menyenangkan Bapak. Saya bahkan bersedia memberikan pantatku yang masih eprjaka demi kepuasan seksual Bapak. Saya akan membawa Bapak ke langit ketujuh, asalkan Bapak sudi mencintaiku. Hanya Bapak yang dapat kupikirkan siang-malam. Saya ingin bersamamu, Pak, meksipun hanya semalam saja.

Ciuman mesra, Penggemar rahasiamu.

Tak sulit untuk menyelipkan surat itu ke dalam tumpukan bukunya sebab saya sering ditugasinya untuk membantunya membawakan buku-bukunya ke kantornya. Sambil berpura-pura membereskan, tanganku menyelipkan surat itu. Saya tak tahu apakah dia akan menemukan surat itu atau tidak.
Tapi paling tidak, saya telah berusaha.

Selama berhari-hari, tak ada yang terjadi. Sikap Pak Joko pun biasa-biasa. Sampai pada suatu hari, tiba-tiba dia memanggilku untuk menghadapnya. Saya sungguh tak tahu dalam rangka apa dia ingin bertemu denganku. Begitu melihatku masuk, Pak Joko-ku yang tampan itu mempersilahkanku untuk duduk. Ruangan itu memang terletak berdekatan dengan ruang guru, tapi berhubung saya dipanggil di tengah jam pelajaran. Ruangan guru itu kosong sama sekali. Jadi saya dapat sedikit bersantai, tanpa harus khawatir ada guru-guru ynag hobi menguping.

"Endy, bisa kamu jelaskan ini?" tanyanya dengan suaranya yang berwibawa.

Dia menyodorkan secarik kertas yang nampak sangat familiar. Penasaran, saya memngambilnya dan.. Astaga! Itu surat cintaku unntuk Pak Joko!

"Surat itu kamu yang menulisnya 'kan?" tanyanya.
"Bapak mengenal betul tulisan tanganmu. Jadi kamu tak perlu berbohong."

Sekujur tubuhku gemetaran. 'Astaga, apa yang telah kuperbuat? Kenapa harus memakai tulisan tanganku? Kenapa tak pakai mesin tik saja?' pikirku, keringat dingin menuruni wajahku. Tapi saya tahu bahwa tak ada gunanya untuk berbohong. Maka, dengan wajah tertunduk, saya mengakui semuanya.

"Benar, pak. Surat itu saya yang menulisnya. Saya.. Saya jatuh cinta padamu.. Saya tahu saya salah. Jadi saya hanya dapat pasrah. Saya siapjika Bapak ingin mengelaurkanku daris ekolah ini," kataku lemas.

Pak Joko bangkit dan memutari tempat dudukku. Kurasakan kedua tangannya yang kokoh itu mendarat di atas kedua bahuku.

"Siapa yang bilang kalau Bapak akan mengeluarkanmu? Bapak harus akui, Bapak suka sekali dengan suratmu itu. Meski singkat, suratmu begitu erotis. Bapak sampai ngaceng membacanya."

Tentu saja saya terkejut mendengarnya. Kubalikkan badanku dan kulihat Pak Joko sedang tersenyum ramah padaku. Kedua tangannya mulai menjalar turun dari bahuku menuju dadaku. Saya tak melawan ataupun menahannya. Saya ingin hal itu terjadi! Sentuhannya begitu menggoda, saya mendesah-desah saat kedua tangannya sibuk meraba-raba dadaku.

".. Hhohh.. Ooohh.. Pak.. Enak sekali Pak.. Aahh.." Terlena, saya memeluk tangannya dan mulai menciumnya.

Tiba-tiba Pak Joko menyuruhku berdiri. Begitu saya berdiri, Pak Joko segera melucuti seragamku. Tak ada yang tersisa di tubuhku; semua pakaianku lepas. Semenit kemudian, saya telah berdiri di hadapannya telanjang bulat. Pak Joko pun, dengan bernafsu, menelanjangi dirinya sendiri. Dan untuk pertama kalinya, saya dapat melihat tubuhnya tanpa halangan. Benar-benar seperti yang kubayangkan dalam fantasi mesumku. Tubuh Pak Joko sangat sempurna! Tubuhnya sangat proposional dan ototnya pun cukup (tak terlalu bengkak seperti Hulk). Dadanya bidang sekali, ditumbuhi bulu-bulu halus. Darahku berdesir melhat bulu dadanya. Ooohh.. Jantan sekali. Di antara dadanya yang berbulu itu, sepasang puting kecoklat-coklatan menyembul keluar. Bulu-bulu itu tumbuh hampir di sekujur tubuhnya, menuruni perutnya yang kotak-kotak dan berakhir di semak-semak sekitar tempat kontolnya berada. Kontol Pak Joko lumayan besar, menggantung di sana, masih tertidur.

Bagai terhipnotis, saya menjatuhkan diriku di bawah kakinya dan langsung mengulum kontolnya. Saya melakukannya dengan spontan, tahu bahwa Pak Joko juga mengharapkannya. Untuk beberapa saat, saya merasa seperti pelacur pria rendahan, haus akan kontol, tapi saya tak dapat mengingkarinya. Saya memang membutuhkan dan memuja kontol. Kontol adalah lambang kekuatan sejati pria, dan juga organ yang paling seksi. Pak Joko hanya dapat mendesah-desah keenakkan, tubuhnya menggeliat-geliat, menahan rasa nikmat yang dirasakan kontolnya. Sambil menyodokkan kontolnya ke dalam mulutku, Pak Joko memegangi kepalaku. Rambutku diremas-remas, menunjukkan padaku betapa dia sangat menikmati sedotanku. Bosan dengan rambutku, kedua tangannya menjalari punggungku dan mencakarinya. Tentu saja kuku-kukunya pendek semua. Lelaki macho sejati tidak memanjangkan kukunya seperti perempuan. Cakaran Pak Joko terasa tumpul, namun sanggup memompa semangatku agar saya menghisap kontolnya lebih keras.

".. Hhhoohh.. Ooohh.. Jilat kontol Bapak.. Aaahh.. Buat Bapak ngecret.. Hhhoohh.." erang Pak Joko.

Dan saya pun semakin bersemangat menyedot seluruh isi kontol Pak Joko yang amat kucintai itu. Sesekali kuremas-remas biji pelernya berharap pejuhnya akan lebih mudah muncrat keluar. Saya sudah sering meminum pejuhku sendiri. Biasanya saya mengocok kontolku dan ngecret di telapak tanganku, lalu pejuhku kujilati habis. Saya tidak pernah meminum pejuh orang lain. Pejuh Pak Joko akan menajdi pejuh pertama dari orang lain yang kucicipi.

".. Hhhoohh.. Uuuhh.. Aaahh.. Hhoosshh.."

Tiba-tiba kontol Pak Joko membesar di dalam mulutku. Nampaknya kepala kontolnya menggembung, bersiap-siap untuk menembakkan pejuh. Pak Joko mendorong kontolnya ke dalam mulutku keras-keras dan kontol itu pun meledak.
CCRROOTT!! CCROOT!! CCRROOT!!
Tubuh Pak Joko yang telanjang itu menggeliat-gelait dan mengejang-ngejang. Setiap kali tubuhnya mengejang, dia akan mengerang,

"UUGGH!! AAHH!! UUHH!!"

Napasnya memburu-buru, otot perutnya ebrkontraksi, dan keringat mulai membasahi sekujur tubuhnya.

"AAHH.. UUHH.. HHOOHH.." desahnya saat tetes terakhir pejuhnya meluncur turun ke kerongkonganku. CCROOTT!!
Dengan rakus, kutelan semuanya. Aaahh.. Enaknya. Manis dan agak asin. Saya amat menyukai rasa pejuhnya.

Tubuh Pak Joko yang berotot itu pun lemas seketika. Dengan lembut, dia memeluk tubuhku dan membimbingku untuk berbaring di atas meja kerjanya. Sebelumnya, dengan tangannya yang kekar, dia menjatuhkan seluruh barang yang berada di mejanya. Kini mejanya bersih dan dapat kutiduri. Saya sadr apa yang dinginkan Pak Joko, dan saya akan memberikannya dengan senang hati! Apapun untuknya, asalkan dia senang.

"Hhoohh.. Bapak cinta kamu. Bapak ingin mmemasukan kontol Bapak ke dalam tubuhmu. Kamu mau 'kan?" Tentu saja saya menyetujuinya.

Dengan sensual, Pak Joko merentangkan kakiku selebar-lebarnya. Lubang pantatku yang ketat berkedut-kedut di hadapannya. Selama beberapa saat, Pak Joko hanya memain-mainkan ontolnya di pintu gerbang anusku. Saya mengerang-ngerang penuh nafsu, emohonnya untuyk segera menusukku. Tapi Pak Joko tak menghiraukanku. Dia menunggu sampai lubangku cukup licin dengan precumnya. Dan kemudian, setelah puas melumasi lubang pelepasanku, Pak Joko kemudian menancapkan kontolnya, jauh ke dalam tubuhku.

"AARRGGHH!!" erangku, kesakitan.

Untung saja ruangannya kedap suara sehingga takkan ada yang dapat mendengar erangan mesum kami.

".. Hhohh.. Hhhohh.. Sakit sekali.. Hhohh.. Pak.. Hhohh.." keluhku.
"Sabar ya. Biarkan Bapak ngentotin kamu. Bapak janji, kamu akan merasa puas, oke?" Pak Joko berusaha meyakinkanku.

Bagaimana saya dapat menolaknya? Pak Joko pun mulai menggenjot pantatku. AARRGGHH!! Perih sekali. Lubangku terasa penuh sekali dan bibir anusku serasa sobek. Kemudian Pak Joko menusukkan kontolnya masuk. AARGGH!! Sakit tapi nikmat. Cintaku yang begitu besar pada Pak Joko mmbuatku bertahan dalam kesakitan itu. Saya lega Pak Joko senang dengan tubuhku. Saya ingin dia memakai tubuhku terus-menerus dan membuang pejuhnya dalam tubuhku karena saya diciptakan hanya untuk melayaninya.

"Hhhooh.. Hhhoohh.. Ketat.. Hhhoosshh.. Sempit.. Aaahh.. Bapak suka pantatmu.. Hhhohh.." komentar Pak Joko di sela-sela napsnya.

Sambil mengentotku, Pak Joko membungkukkan tubuhnya dan mulai menciumiku dengan penuh nafsu. Tubuh kami menyatu dalam ciuman itu, dan juga dalam persetubuhan kami. Kami disatukan oleh cinta dan nafsu birahi kami.

"Hhhooh.. Bapak suka kamu.. Ooohh.. Hhhoohh.. FUCK! Bapak akan ngentotin kamu.. Ooohh.. Sampai kita puas.. Hhhohh.. Aaahh.."

Kini rasa nikmat mulai menghampiriku. Ternyata cerita-cerita homoseksual yang kubaca di berbagai situ-situs porno benar apa adanya, bahwa dingentotin kontol itu enak. Buktinya badanku mulai menggelepar-gelepar seperti ikan kehabisan air. Nikmat sekali ukuran kontol Pak Joko, apalagi dia mengentotinku dengan penuh nafsu dan cinta.

"Hhhoohh.. Pak Joko.. Hhhohhshh.. Terus Pak.. Hhohh.. Negntotin saay.. Aaahh.. Ayo Pak.. Lebih keras.. Hhhoohh.. Bapak.. Uuuhh.." erangku, tubuhku terguncang-guncang. Bahkan meja yang kami pakai untuk ngentot ikutan berderak-derak. Saya agak khawatir jika meja itu akan rubuh. Tapi Pak Joko tak menghiraukannya. Dia tetap asyik menghajar pantatku dengan kontol supernya.

"AARRGGHH!!" erangku.

Seks kami menjadi semakin panas dan bergairah. Pak Joko memutuskan untuk memakai tubuhku sebagai latihan bebannya. Dengan berpegangan pada pinggulku, dia mengangkatku. Takut jatuh, saya segera melingkarkan kedua lenganku pada lehernya yang kokoh Tak lupa, kedua kakiku kupakai untuk memeluk pinggangnya. Dengan susah payah, Pak Joko membawa tubuhku ke tembok di depannya. Kontolnya masih tetap tertancap dlam pantatku, masih tetap menyodomiku. Saya hanya dapat terengah-engah saja. Rasa sakit dan nikmat yang diberikan kontolnya menjadi berlipat ganda. Sesampainya kami di tembok itu, Pak Joko mendorong tubuhku ke tembok dan mulai mengentotinku dengan liar.

"Hoohh.. Hhhoohh.. Bapak akan ngentotin kamu.. Hhhoohh.. Sampai kamu ngecret.. Aaahh.. Kontol Bapak butuh pelepasan.. Aaahh.. Hhhoohh.." Pak Joko sungguh-sungguh jantan!

Karena tak kuasa menahan rasa nikmat yang mendera tubuh dan kontolnya, Pak Joko menggigit leherku. Terpengaruh, saya pun balas menggigitnya. Kami saling menggigit dan meneteskan air liur ke tubuh kami. Seks kami sangat liar dan bergairah! Kami seperti sepasang hewan buas yang sedang ngeseks sejenis!

Tiba-tiba kontol Pak Joko mulai mengembang dan berkedut-kedut. Kemudian..

CCRROOTT!! CCRROTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!!
Dengan tak terkendali, kontol sang guru itu pun menembakkan kontolnya secara bertubi-tubi. Bagian dalam tubuhku disemprotnya dnegan pejuh bergalon-galon. Dan pejuh itu bukan sembarang pejuh. Tetapi PEJUH Pak Joko!

"AARRGGHH..!!" erangnya, tubuhnya kelojotan.
"AARRGGH!! UUGGHH!! OOHH!! AAHH!! HHOOHH!!"
dengan susah payah, dia berusaha menjaga agar tubuhku tak terlepas dan jatuh.

Selama seks itu, kontol ngacengku yang terus-menerus mengeluarkan precum terperangkap antara perut kami berdua. Perut Pak Joko yang terasa seperti papan cuci menggosok-gosok kontolku dengan kasar, tiap kali dia bergerak untuk mengetotinku. Alhasil, kontolku mendapat servis coli yang paling top darinya. Ketika tubuh Pak Joko mengejang-ngejang karena orgasme, kontolku terpengaruh dan mulai menyemburkan sperma.

"AARRGGHH!!" teriakku.

CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Pejuhku menyembur membanjiri perutku dan mneggenangi pusarku. Karena tubuh kami berdua terguncang orgasm, genangan pejuhku jatuh menetes ke atas lantai. Kaki telanjang Pak Joko tanpa sengaja menginjak-nginjak genangan itu sehingga membuat lantai kantornya menjadi semakin kotor.

"UUGGHH!! AARRGGHH!! OOHH!! AAHH!! HHOOSSHH!! UUHH!!" erangku sampai orgasme meninggalkan diriku. Kami saling berciuman mesra ketika semuanya usai.

Dengan hati-hati, Pak Joko menurunkan tubuhku. Tersengal-sengal kupandangi wajahnya. Meskipun mukanya terlihat capek, dia masih saja tampan. Kontolnya muali menciut dengan pejuh yang masih menggantung di kepala kontolnya. Ketika saya akan buru-buru masuk ke kelas, Pak Joko menahanku. Dia berkata,

"Bapak 'kan juga merangkap sebagai kepala sekolah di sini. Akan Bapak katakan pada wali kelasmu bahwa Bapak membutuhkan bantuanmu. Kita berdua akan menghabiskan waktu berduaan saja di rumah Bapak."

Saya tersenyum dan kembali kucium wajahnya yang tampan itu. Sambil mencium, saya mengambil kesempatan untuk meremas-remas dadanya yang sekeras batu itu.